Opini

Komunikasi Kesehatan di Era Digital: Memanusiakan Manusia, Menjaga Kepercayaan

×

Komunikasi Kesehatan di Era Digital: Memanusiakan Manusia, Menjaga Kepercayaan

Sebarkan artikel ini

Kepercayaan masyarakat terhadap dokter, perawat, dan tenaga kesehatan merupakan modal penting dalam pelayanan kesehatan. Pasien harus percaya kepada tenaga medis yang memberikan pertolongan. Keluarga harus percaya bahwa informasi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika komunikasi yang tidak empatik terus muncul dan berulang di ruang publik, dikhawatirkan masyarakat mulai melakukan generalisasi, yang disudutkan adalah profesi tertentu. Netizen tidak mau tau apa latar belakangnya, yang mereka komentari adalah apa yang mereka lihat dan baca saja. Perilaku beberapa orang dapat dipersepsikan sebagai wajah seluruh profesi.

Tentu ini tidak adil bagi mayoritas tenaga kesehatan yang bekerja dengan penuh dedikasi. Namun, begitulah karakter ruang digital satu peristiwa dapat membentuk persepsi yang jauh lebih luas.

Baca Juga  Pengasuhan Bersama sebagai Kunci Kesejahteraan Orang Tua dan Anak

Karena itu, menjaga komunikasi bukan hanya soal menjaga nama baik individu. Menjaga komunikasi berarti menjaga kepercayaan terhadap profesi dan sistem pelayanan kesehatan. Namun, tuntutan empati juga tidak boleh hanya diarahkan kepada tenaga kesehatan. Masyarakat perlu memahami bahwa tenaga medis juga manusia. Mereka menghadapi tekanan kerja, jumlah pasien yang tinggi, keterbatasan fasilitas, dan berbagai persoalan sistem pelayanan. Karena itu, kritik tetap penting, tetapi kritik harus diarahkan pada perbaikan, bukan penghukuman.

Media sosial dapat menjadi alat kontrol sosial yang kuat. Tetapi kontrol sosial tanpa etika dapat berubah menjadi penghakiman. Kita perlu berani mengkritik tanpa merendahkan. Tenaga kesehatan juga perlu berani menerima kritik tanpa menganggap setiap kritik sebagai serangan.

Baca Juga  Solusi Perundungan dalam Islam

Pada akhirnya, persoalan ini membawa kita kepada pertanyaan yang jauh lebih sederhana sekaligus mendasarmasihkah kita mampu memanusiakan manusia? Pelayanan kesehatan sesungguhnya berada pada titik paling nyata dari pertanyaan tersebut. Ketika seseorang datang ke IGD dalam keadaan sakit, ia sedang berada dalam posisi yang rentan. Ia membutuhkan pertolongan medis, tetapi pada saat yang sama ia juga membutuhkan penghargaan sebagai manusia.