BeritaBukittinggiSumbar

Cegah Anemia Pada Remaja, Dosen Poltekkes Kemenkes Padang Pengabmas di SMAN 3 Bukittinggi

×

Cegah Anemia Pada Remaja, Dosen Poltekkes Kemenkes Padang Pengabmas di SMAN 3 Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Pengabmas Dosen Prodi D III Kebidanan Bukittinggi, Poltekkes Kemenkes Padang di SMAN 3 Bukittinggi. Ist

BUKITTINGGI, hantaran.co – Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri di Indonesia. Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang sangat cepat sehingga kebutuhan zat besi meningkat.

Di sisi lain, remaja putri juga mengalami siklus bulanan yang menyebabkan kebutuhan zat besi menjadi lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki.

Kondisi ini semakin diperberat oleh pola makan yang kurang beragam, kebiasaan melewatkan sarapan, konsumsi makanan cepat saji, serta masih rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah yang telah disediakan pemerintah.

Demikian disampaikan oleh Dosen Program Studi (Prodi) D III Kebidanan Bukittinggi, Poltekkes Kemenkes Padang, Rosa Mesalina, SST, M.KM, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) di SMAN 3 Bukittinggi, Jumat (7/8).

“Anemia bukan sekadar masalah kurang darah. Dampaknya dapat berupa sulit berkonsentrasi, menurunnya prestasi belajar, berkurangnya daya tahan tubuh, hingga memengaruhi kesehatan reproduksi di masa depan,” kata Rosa Mesalina.

Pengabmas Dosen Prodi D III Kebidanan Bukittinggi, Poltekkes Kemenkes Padang diketuai oleh Rosa Mesalina, SST, M.KM, dengan anggota Sania Lailatu Rahmi, M.Tr. Keb, Yosi Sefrina, SST, M.Keb, Lili Dariani, SKM, M.Kes, Dini Motovani, SST, dan sejumlah mahasiswa fasilitator.

Baca Juga  Hadiri BKMT Kabupaten Solok, Emiko: Tebarkan Semangat Kebaikan

Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Riri Mardian, dengan peserta 32 orang siswa remaja putri kelas X.
Judul kegiatan Pengabmas adalah “Pelatihan Duta Remaja Cegah Anemia sebagai Upaya Peningkatan Literasi Kesehatan dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMA Negeri 3 Kota Bukittinggi”.

Rosa menyebutkan, tujuan dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan literasi kesehatan mengenai anemia, perubahan perilaku hidup sehat, meningkatnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran, keterampilan dasar pemantauan berat badan seimbang/IMT.

Menurutnya, pencegahan anemia sejak usia remaja merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Melalui kegiatan Pengabmas ini, pihaknya ingin membentuk Duta Cegah Anemia Remaja, yaitu remaja yang memiliki pengetahuan yang baik, sikap yang positif, serta mampu menjadi teladan dan agen perubahan bagi teman-temannya.

“Para duta diharapkan tidak hanya memahami pentingnya gizi seimbang dan konsumsi Tablet Tambah Darah, tetapi juga mampu menyampaikan informasi yang benar, memberikan motivasi kepada teman sebaya, serta mendukung pelaksanaan program kesehatan di sekolah,” ujar Rosa Mesalina.

Baca Juga  Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Apresiasi Sistem BETAH Polda Sumbar

Ia mengaku bahwa keberhasilan program ini tidak dapat dicapai tanpa kerja sama dari berbagai pihak. Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Sekolah beserta seluruh guru dan staf yang telah memberikan izin, dukungan, fasilitas, serta kesempatan kepada tim Pengabmas untuk melaksanakan kegiatan ini.

“Semoga sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat terus terjalin dalam meningkatkan derajat kesehatan remaja. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu dan menunjukkan semangat untuk mengikuti pelatihan ini,” ucap Rosa.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Pengabmas berupa pemberian materi edukasi sesuai dengan topik pelatihan yang dikemas secara mindful, meaningfull dan joyful, sehingga memuat wawasan keilmuan, bermakna dan menyenangkan.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan keterampilan bagaimana melakukan pengukuran BB/TB dan ukuran LiLA serta tekanan darah yang benar.

“Kita harapkan upaya pencegahan anemia tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja, tetapi dapat terus berlanjut melalui peran aktif para duta dan dukungan seluruh warga sekolah” harap Rosa. (*)