Payakumbuh, Hantaran.co — Pemerintah Kota Payakumbuh menyambut positif program revitalisasi sekolah yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Program tersebut dinilai menjadi solusi untuk mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, kepada Haluan, Selasa (11/8), mengatakan revitalisasi sekolah diprioritaskan bagi satuan pendidikan yang mengalami kerusakan sedang hingga berat, berada di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta daerah terdampak bencana. Pelaksanaannya menggunakan mekanisme swakelola dengan pengusulan berbasis aplikasi digital.
Menurutnya, Dinas Pendidikan berperan memastikan usulan yang diajukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan sekaligus mengawal seluruh tahapan agar berjalan tepat waktu.
“Kami memastikan sekolah yang benar-benar memerlukan rehabilitasi dan pembangunan menjadi prioritas. Selain itu, kami juga mengontrol pelaksanaan agar seluruh tahapan tidak melewati tenggat waktu yang telah ditetapkan,” ujar Nalfira.
Ia menjelaskan, untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebanyak 19 sekolah saat ini masih menunggu proses verifikasi dari pemerintah pusat. Di luar usulan tersebut, dua sekolah telah memasuki tahap pelaksanaan revitalisasi, sementara tiga sekolah lainnya sedang menyelesaikan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Kemendikdasmen.
Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), tujuh sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama dan kini mengurus aktivasi rekening. Satu sekolah baru menyelesaikan proses kerja sama, sedangkan empat sekolah lainnya sudah memasuki tahap pelaksanaan revitalisasi.






