PADANG, HANTARAN.Co – Komunitas film asal Kota Padang, Komune menorehkan prestasi pada ajang Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026 Regional Barat yang mencakup wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ide cerita berjudul Tiang Terakhir berhasil terpilih sebagai satu-satunya karya dari 10 nominasi yang akan diproduksi menjadi film pendek pada September 2026 mendatang.
Produser Komune, Rizki Ikhwan Ramadhani mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Komune setelah melewati rangkaian seleksi yang cukup panjang. Karya Tiang Terakhir sebelumnya berhasil masuk dalam 20 besar ide cerita, kemudian disaring menjadi 10 besar sebelum akhirnya ditetapkan sebagai karya terpilih untuk diproduksi.
“Setelah masuk nominasi 10 besar, kami mengikuti workshop dan mentoring di Jakarta selama empat hari pada Juli lalu. Alhamdulillah, setelah melalui proses penilaian dari para juri, ide cerita kami akhirnya dinyatakan berhak untuk diproduksi menjadi film,” ujar Rizki, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, Tiang Terakhir mengangkat kisah seorang atlet silat perempuan yang kembali ke rumah gadang untuk merawat ibunya. Kepulangannya dihadapkan dengan persoalan rumah gadang milik keluarganya berada dalam kondisi hampir roboh karena termakan usia.
Namun disisi lain, pamannya seorang Datuak yang memegang kekuasaan di suku mereka melakukan praktik eksploitasi hutan. Kayu hasil hutan yang semestinya dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah adat justru diperjualbelikan untuk kepentingan pribadi.






