Sumbar

Tim PPUB UNP Dorong Museum Mohammad Sjafei Menjadi Smart Museum Tangguh Bencana

×

Tim PPUB UNP Dorong Museum Mohammad Sjafei Menjadi Smart Museum Tangguh Bencana

Sebarkan artikel ini

Padang Pariaman, Hantaran.co – Universitas Negeri Padang melalui Program Pengabdian Universitas Negeri Padang Berdampak (PPUB) melaksanakan kegiatan awal bertajuk “Smart Museum & Disaster Recovery: Implementasi Labelisasi Akrilik Berbasis QR Code sebagai Sistem Proteksi Memori Kolektif Museum Mohammad Sjafei Pasca Bencana Sumatera 2025” pada, 11 Juli 2026, di Museum Mohammad Sjafei, kawasan INS Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara tim akademisi UNP dan Yayasan Museum Mohammad Sjafei dalam mengembangkan sistem pengelolaan museum yang lebih modern, informatif, serta tangguh menghadapi ancaman bencana. Lokasi museum yang berada di wilayah rawan banjir bandang, galodo, dan tanah longsor menjadi perhatian penting dalam penyusunan program pelindungan koleksi dan arsip sejarah Mohammad Sjafei. Program tersebut dirancang melalui labelisasi akrilik tahan air, digitalisasi koleksi berbasis QR Code, penyimpanan data digital, serta penguatan kapasitas pengelola museum.

Baca Juga  Dua Ribuan Purnawirawan Polri Divaksin

Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Hendra Naldi, S.S., M.Hum. dari Departemen Sejarah sebagai ketua. Anggota dosen yang terlibat terdiri atas Dr. Rini Rahman, S.Ag., M.Ag. dari bidang Pendidikan Agama Islam, Dr. Nora Eka Putri, S.IP., M.Si. dari bidang Administrasi Negara, serta Dr. Ridho Bayu Yefterson, M.Pd. dari Departemen Sejarah. Keterlibatan tim lintas disiplin tersebut diharapkan dapat memperkuat program dari aspek sejarah, pendidikan karakter, tata kelola kelembagaan, desain informasi, mitigasi bencana, dan digitalisasi museum.
Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh asisten dosen dan mahasiswa, yaitu Ray Silva, M.Pd., Mutiara Rejani Veronika, S.Pd., Ulva Husna, S.Pd., Betri Gusnita, S.Pd., Fadhil Mujahid, S.T., dan Ichlazul Amal.

Pelibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan sekaligus implementasi tridarma perguruan tinggi dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal. Susunan pelibatan tersebut mengadaptasi pola pemberitaan kegiatan pengabdian sebelumnya pada Museum Perang Sintuk.

Baca Juga  Dinilai Lebih Menggiurkan, Masyarakat Pessel Mulai Beternak Itik

Mitra utama kegiatan adalah Yayasan Museum Mohammad Sjafei yang diwakili oleh pendiri dan pembina yayasan, Ade Novalia, M.Pd. Kegiatan juga dihadiri oleh Elvira Chairil atau Ibu Evi, putri sekaligus keturunan langsung Mohammad Sjafei, bersama unsur pengelola dan tokoh pendidikan INS Kayutanam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi dan penyamaan persepsi antara tim pengabdian dan pihak mitra. Forum tersebut membahas kondisi museum, kebutuhan penataan koleksi, pelindungan arsip, risiko bencana, pengembangan narasi sejarah, serta arah kerja sama antara UNP dan Yayasan Museum Mohammad Sjafei. Penyamaan persepsi dinilai penting agar produk dan teknologi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan museum.