BeritaBukittinggiSumbar

Menjaga Warisan Tradisi di Usia Belia: Aisyah Nur Hariyanti Raih 3 Terbaik Pemasangan Tikuluak Tanduak

×

Menjaga Warisan Tradisi di Usia Belia: Aisyah Nur Hariyanti Raih 3 Terbaik Pemasangan Tikuluak Tanduak

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, hantaran.co — Jari-jemari mungil itu tampak begitu lihai memilin dan merapikan helai demi helai kain selendang di atas kepalanya. Di tengah riuk pikuk suasana Museum Rumah Adat Nan Baanjuang Kompleks TMSBK Bukittinggi, sosok generasi muda penerus warisan Minangkabau tampak memancarkan pesonanya.

Adalah Aisyah Nur Hariyanti, siswi SD Negeri 11 Campago Guguk Bulek, Kota Bukittinggi, yang berhasil mencuri perhatian para juri dan budayawan lewat ketepatannya membalut mahkota tradisi Minangkabau. Dalam ajang Workshop Edukatif Kultural Museum Rumah Adat Nan Baanjuang 2026, Aisyah sukses mengamankan posisi 3 Terbaik dalam kategori pemasangan Tingkuluak Tanduak tercepat dan terbaik tingkat SD se-Kota Bukittinggi.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi mulai Senin hingga Kamis (14–17 September 2026) ini mengusung tema “Penutup Kepala Tradisional Minangkabau”. Acara ini bukan sekadar ajang perlombaan biasa, melainkan wadah persemaian nilai-nilai luhur adat Minangkabau bagi anak-anak usia dini.

Penyerahan Hadiah Penuh Kehangatan

Atas keahlian dan keuletannya, Aisyah berhak menerima sertifikat penghargaan, hadiah uang tunai, serta selendang batik Tanah Liek—simbol keanggunan wanita Minang. Hadiah diserahkan secara langsung oleh Wakil Ketua Bundo Kanduang Kota Bukittinggi, Bundo Hj. Zulzetri, M.Pd., yang juga bertindak sebagai narasumber utama workshop.

Baca Juga  SDN 04 Birugo Juara Umum BOMC ke VIII

Momen penyerahan hadiah berlangsung haru dan penuh rasa bangga. Raut kebahagiaan tak hanya terpancar dari wajah Aisyah, tetapi juga dari guru pendampingnya, Susi Erlina, S.Pd., yang senantiasa setia memberikan arahan dan dorongan semangat sepanjang persiapan hingga lomba berlangsung. Atas dedikasinya membina sang murid, Susi Erlina turut menerima bingkisan kenang-kenangan dari pihak pengelola Museum Rumah Adat Nan Baanjuang.

“Melihat anak-anak usia sekolah dasar begitu antusias dan mahir memasang tingkuluak tanduak memberikan rasa haru sekaligus optimisme. Kebudayaan Minangkabau tidak akan punah selama generasi muda mau mempelajari dan bangga akan akarnya,” tutur Bundo Hj. Zulzetri dengan mata berkaca-kaca saat menyerahkan hadiah.

Apresiasi Sekolah dan Harapan Masa Depan

Kepala SD Negeri 11 Campago Guguk Bulek, M. Yusuf, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian murid dan guru pembimbingnya. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter berbasis kearifan lokal berhasil tertanam dengan baik pada diri siswa.

Baca Juga  Pembangunan Tower Jaringan di Mentawai Dilanjutkan

“Prestasi yang diraih Ananda Aisyah Nur Hariyanti adalah kebanggaan besar bagi seluruh keluarga besar SDN 11 Campago Guguk Bulek. Ini bukti bahwa anak-anak kita tidak hanya unggul di bidang akademis, tetapi juga memiliki kecintaan yang mendalam terhadap adat dan budaya Minangkabau,” ungkap M. Yusuf.

Beliau juga berharap pencapaian Aisyah dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya di Kota Bukittinggi untuk terus menggali, mencintai, dan melestarikan warisan budaya tak benda negeri tercinta.

Melalui helatan Workshop Edukatif Kultural ini, Museum Rumah Adat Nan Baanjuang tak hanya berdiri sebagai saksi bisu sejarah, tetapi kembali hidup menjadi ruang edukasi yang memupuk rasa bangga anak nagari terhadap warisan leluhurnya.