Sumbar

Tim PPUB UNP Dorong Museum Mohammad Sjafei Menjadi Smart Museum Tangguh Bencana

×

Tim PPUB UNP Dorong Museum Mohammad Sjafei Menjadi Smart Museum Tangguh Bencana

Sebarkan artikel ini

Evi menekankan pentingnya menggunakan sumber yang akurat dalam menulis sejarah Mohammad Sjafei. Menurutnya, masih terdapat informasi yang simpang siur mengenai kehidupan dan pemikiran ayahnya. Sebagai anak dan ahli waris langsung, ia berharap penelitian berikutnya melibatkan keluarga, arsip primer, dan dokumen resmi agar narasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak menyimpang dari fakta sejarah.

Para pengelola INS Kayutanam juga mengingatkan bahwa warisan pendidikan Mohammad Sjafei masih relevan hingga sekarang. Gagasan mengenai kemandirian, pendidikan hati, keterampilan, seni, olahraga, dan kerja nyata dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya mengejar hasil, tetapi menghargai proses pendidikan.
Salah seorang tokoh INS menyampaikan bahwa pendidikan di INS menempatkan proses sebagai bagian terpenting dalam pembentukan manusia. Pendidikan seni membantu peserta didik lebih peka terhadap lingkungannya, sedangkan olahraga membentuk kemampuan mengendalikan emosi, menerima kemenangan secara wajar, dan menghadapi kekalahan dengan kedewasaan.

Baca Juga  Wujud Kepedulian Sosial, Polisi Bagikan Makan Sahur Kepada Warga Terdampak Banjir di Tarusan Pesisir Selatan

INS Kayutanam juga dipandang bukan sebagai sekolah swasta biasa. Lembaga ini lahir dari semangat perjuangan pendidikan nasional yang memiliki kedudukan historis sejalan dengan berbagai gerakan pendidikan kebangsaan. Salah satu prinsip penting Mohammad Sjafei adalah kemandirian, sebagaimana tergambar dalam ungkapan bahwa yang terbaik bukan sekadar menerima bantuan, melainkan mampu “berdiri di atas kaki sendiri.”
Melalui program PPUB ini, tim UNP dan Yayasan Museum Mohammad Sjafei akan melanjutkan proses inventarisasi koleksi, pemetaan risiko, penyusunan basis data digital, pengembangan label akrilik berbasis QR Code, serta pendampingan tata kelola museum. Teknologi QR Code dirancang untuk menghubungkan benda koleksi dengan narasi sejarah, foto, dokumen digital, dan materi audio yang tersimpan dalam sistem cadangan digital.

Baca Juga  Sepakati Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja Tahun 2022, Bupati Sutan Riska : Sanksi Tegas Bagi Pelanggar

Program tersebut diharapkan dapat melindungi memori kolektif Mohammad Sjafei dari risiko kehilangan akibat bencana, sekaligus menjadikan museum lebih interaktif bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat. Kolaborasi antara UNP, Yayasan Museum Mohammad Sjafei, ahli waris, dan pengelola INS Kayutanam menjadi langkah penting dalam menghidupkan kembali warisan pendidikan yang menekankan kesatuan antara hati, pikiran, dan keterampilan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban. Seluruh pihak berharap penyamaan persepsi yang dilakukan pada tahap awal dapat dilanjutkan menjadi kerja nyata berupa produk, sistem, penelitian, dan program pendampingan yang bermanfaat bagi Museum Mohammad Sjafei serta pengembangan pendidikan berbasis kemandirian di Indonesia.