BUKITTINGGI, hantaran.co – Tak sekadar bertahan di tengah gempuran media digital, Radio Republik Indonesia (RRI) Bukittinggi justru terus memperkuat pijakan dengan mengembangkan siaran lokal dan memperluas jangkauan melalui platform digital.
Memasuki usia 81 tahun, RRI Bukittinggi mencatat pertumbuhan pendengar dan pemirsa digital hingga 25 persen sepanjang 2026.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari komitmen RRI Bukittinggi untuk tetap menjadi rumah informasi masyarakat sekaligus menjaga eksistensinya di tengah perubahan pola konsumsi informasi yang semakin bergeser ke ruang digital.
Demikian disampaikan Kepala Stasiun RRI Bukittinggi Abdul Gafar Zakaria dalam peringatan Hari Radio ke-81 di Auditorium RRI Bukittinggi, Jumat (11/9/2026).
Peringatan Hari Radio tahun ini mengusung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Kegiatan berlangsung khidmat dan ditandai dengan penyulutan Obor Tri Prasetya RRI oleh Abdul Gafar Zakaria.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis turut hadir bersama jajaran karyawan dan karyawati RRI Bukittinggi, pensiunan serta Dharma Wanita RRI Bukittinggi.
Ibnu Asis mengapresiasi perjalanan panjang RRI yang selama 81 tahun konsisten menjalankan peran sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan RRI sangat penting dalam menyampaikan informasi yang berimbang, sekaligus menjadi sarana edukasi dan sosialisasi berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
“RRI telah menghadirkan informasi yang berimbang dan relevan. Melalui informasi yang disampaikan RRI, komunikasi, edukasi, dan sosialisasi program pemerintah dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap RRI Bukittinggi semakin maju dan edukatif serta terus menjadi corong informasi yang dipercaya masyarakat.
“Pemko Bukittinggi memberikan apresiasi atas peran RRI Bukittinggi dalam memberitakan informasi. Ke depan kami berharap RRI semakin maju dan edukatif dalam menyampaikan informasi. Mari jadikan RRI sebagai corong informasi,” katanya.
Sementara itu, Abdul Gafar mengatakan, usia 81 tahun bukan sekadar angka bagi RRI. Perjalanan panjang lembaga penyiaran publik tersebut merupakan bagian dari sejarah bangsa Indonesia.
Ia mengingatkan kembali peran RRI dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk ketika di dataran tinggi Sumatera Barat mengudara pada 22 Desember 1948.
“Dari dataran tinggi Sumatera Barat, pada 22 Desember 1948 berkumandang suara yang memberitakan ke dunia bahwa Indonesia masih ada. RRI bukan sekadar radio, tetapi juga memori bangsa,” katanya.
Seiring perkembangan teknologi informasi, RRI Bukittinggi kini tidak hanya mengandalkan siaran radio konvensional. Penguatan konten lokal menjadi salah satu strategi untuk mempertahankan kedekatan dengan masyarakat.
Berbagai program berbasis kearifan lokal Minangkabau terus dikembangkan, mulai dari dialog publik, mimbar agama hingga konten yang dikemas untuk platform digital.
RRI Bukittinggi juga memperkuat kehadirannya melalui kanal YouTube, podcast dan media sosial lainnya. Siaran pun telah tersedia dalam format live streaming sehingga dapat diakses masyarakat lebih luas.
Hasilnya, jumlah pendengar dan pemirsa digital RRI Bukittinggi disebut meningkat sekitar 25 persen pada 2026.
“Ke depan kami berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pemko dan Forkopimda, meningkatkan kualitas SDM melalui public speaking dan pelatihan. Reporter dan penyiar saat ini sudah memiliki UKW,” jelas Abdul Gafar.
Menurutnya, transformasi digital bukan berarti meninggalkan karakter radio, melainkan memperluas jangkauan dan memperkuat fungsi RRI sebagai media publik.
RRI Bukittinggi, lanjutnya, akan terus menghadirkan siaran berkualitas sekaligus menjadi ruang untuk melestarikan cerita, budaya dan fakta Minangkabau.
“Harapannya RRI menjadi media penggerak perubahan yang baik,” tegasnya.
Penguatan sinergi juga terus dilakukan dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak di wilayah kerja RRI Bukittinggi, meliputi Bukittinggi, Agam, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Padang Panjang, Payakumbuh, Pasaman dan Pasaman Barat.
Di sisi internal, peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi perhatian. RRI Bukittinggi rutin menggelar pelatihan bagi karyawan sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dalam menghasilkan siaran dan konten yang berkualitas.
Abdul Gafar turut menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah, Forkopimda, khususnya Pemko Bukittinggi, serta seluruh mitra yang selama ini mendukung RRI. “Kritik dan saran menjadi energi bagi RRI untuk terus berbenah,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Hari Radio ke-81 RRI Bukittinggi Rismaniar menyampaikan, berbagai kegiatan telah digelar untuk menyemarakkan peringatan Hari Radio. Di antaranya pemilihan Bintang Radio, RRI Fest, bazar UMKM, sepeda gembira dan bakti sosial ke panti asuhan.
“Kesuksesan rangkaian kegiatan ini berkat kerja sama semua pihak dan mitra. Mari kita terus menjaga semangat sebagai corong penyampai informasi,” ungkapnya.(*).












