BeritaDharmasraya

Prajurit Kopasgat Asal Dharmasraya Dimakamkan Berdampingan dengan Sang Ayah

×

Prajurit Kopasgat Asal Dharmasraya Dimakamkan Berdampingan dengan Sang Ayah

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, HANTARAN.Co — Prada Luthfi Kusuma Ardhana pulang ke kampung halamannya dalam peti jenazah, Selasa (15/09/2026) di Pulau Punjung. Kepulangan Prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara itu disambut Isak tangis oleh keluarga dan kerabatnya.

Prajurit muda asal Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, itu meninggal dunia akibat sakit saat menjalankan tugas negara di Papua. Kabar tersebut sontak menyelimuti keluarga dan masyarakat di kampung halamannya dengan duka.

Jenazah Luthfi diberangkatkan dari Papua pada Senin (14/9/2026) pagi dan dijadwalkan tiba di Pekanbaru pada Senin sore sebelum dibawa ke rumah ibundanya, Kusmawati, di Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung.

Luthfi merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia tercatat sebagai Tabakpan 3 Ru 3 Tonpan 2 Kipan A Yon Parako 464 Brigade Parako 1 Pasgat.

Setelah tiba di Dharmasraya, jenazah pada Selasa (15/9/2026) pagi dan siangnya
Jenazah kemudian dishalatkan di Masjid Kompleks Muhammadiyah sebelum prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer.

Baca Juga  Simpan Narkoba, Pemilik Konter Ponsel di Solok Ditangkap Polisi

Upacara penghormatan terakhir bagi almarhum dipimpin langsung oleh Letkol Pas Aprianto dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara.

Dalam prosesi tersebut turut hadir Wadanyon, Kapten H. Frinando, dari Pekanbaru. Kehadiran jajaran Kopasgat TNI AU menjadi bagian dari penghormatan terakhir kepada almarhum yang telah mengabdikan diri sebagai prajurit dalam menjalankan

Dikesempatan tersebut, pimpinan upacara Letkol Pas Aprianto dari Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum atas dukungan dan pengorbanan yang telah diberikan selama almarhum menjalankan tugas negara sebagai prajurit TNI Angkatan Udara.

“Atas nama keluarga besar Kopasgat TNI Angkatan Udara, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.
Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, diterima seluruh amal ibadah dan kebaikannya, serta diampuni segala dosa dan kesalahannya,” ujarnya.

Baca Juga  Ruangan Kini Dingin, Pelayanan Makin Cepat Bupati Yulianto Puji Disduk Capil Pasbar : Saya Bangga

Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kepergian almarhum.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” katanya.

Setelah upacara penghormatan terakhir, jenazah Luthfi dimakamkan di Pemakaman Taratak, Nagari IV Koto Pulau Punjung.

Namun, ada satu bagian dari perjalanan terakhir Luthfi yang membuat suasana duka keluarga semakin dalam. Ia dimakamkan berdampingan dengan ayahnya, almarhum Ardhana.

Anak guru kesenian atau pelatih drumband itu, sebelum mengenakan seragam loreng dan menjadi prajurit Pasgat, Luthfi tumbuh dalam keluarga yang lekat dengan dunia pendidikan dan kesenian.

Ayahnya, almarhum Ardhana, dikenal sebagai guru kesenian sekaligus pelatih marching band Muhammadiyah Pulau Punjung.

Dari lingkungan itulah Luthfi tumbuh dan kemudian menempuh pendidikan di SMAN 2 Pulau Punjung. Selepas sekolah, ia memilih jalan pengabdian sebagai prajurit TNI AU.(h/mdi)