BUKITTINGGI, hantaran.co – Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) dari Program Studi (Prodi) D3 Kebidanan Bukittinggi Poltekkes Kemenkes Padang sukses menggelar kegiatan edukasi kesehatan melalui Pengabmas di SMAN 1 Kota Bukittinggi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (10/6) kemarin itu mengangkat tema “Cegah Remaja dari Anemia Melalui Edukasi Gizi Seimbang Berbasis Bahan Pangan Lokal dan Pengukuran Antropometri”. Kegiatan Pengabmas dipimpin langsung oleh ketua tim pengabdi Hj. Lili Dariani.
“Sebagai bentuk upaya nyata dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan generasi muda, kita laksanakan kegiatan Pengabmas di SMAN 1 Kota Bukittinggi. Alhamdulillah kegiatannya berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Hj. Lili Dariani, Senin (15/6).
Ia menyebutkan, kegiatan Pengabmas yang dilaksanakan itu mendapat sambutan hangat dari para peserta, Kepala SMAN 1 Bukittinggi M.Hernandar, dan Pembina PMR Wismeilely.
Kehadiran program Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dinilai sangat strategis dalam membentengi para siswa dari ancaman anemia yang dapat menurunkan prestasi belajar.
Menurutnya, kegiatan Pengabmas yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu dikemas secara dinamis dan interaktif agar pesan kesehatan dapat diserap dengan optimal oleh para siswa.
Suasana semakin mencair melalui sesi ice breaking yang dipandu oleh Rosa Mesalina.
Memasuki sesi inti, para peserta dibekali materi komprehensif terkait dengan Anemia Remaja dan Pencegahannya, serta Gizi Seimbang Berbasis Bahan Pangan Lokal oleh ketua tim pengabdi.
“Tidak hanya pemaparan materi dan teori, Tim Pengabmas juga menayangkan video inspiratif mengenai menu berbasis bahan pangan lokal,” ujar Lili Dariani.
Menariknya dalam kegiatan tersebut imbuh Lili, para peserta diperkenalkan dengan teknologi kesehatan terkini melalui sosialisasi Aplikasi Ceria (Cegah Anemia Remaja Indonesia) yang dipaparkan oleh Yosi Sefrina.
Melalui aplikasi ini remaja putri diharapkan dapat memantau konsumsi tablet tambah darah secara mandiri. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata berupa pengukuran antropometri. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan berat badan, tinggi badan, hingga Lingkar Lengan Atas (LILA).
Pemeriksaan tersebut dikawal ketat oleh tim ahli yakni Rosa Mesalina dan Dini Matovani, serta dibantu oleh tim mahasiswa (Najwa, Syifa, Gesyana) untuk mendeteksi secara dini status gizi para siswi.
“Suasana semakin meriah ketika para siswa diajak bermain ular tangga edukatif tentang pencegahan anemia. Metode gamification ini terbukti efektif membuat para remaja belajar dengan gembira tanpa merasa digurui,” kata Lili Dariani.
Sebelum kegiatan ditutup dengan post-test ,Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Padang melakukan Penyerahan Investasi Mitra secara simbolis dari Ketua Pengabdi kepada pihak SMAN 1 Bukittinggi.
Penyerahan ini menjadi bukti komitmen bahwa edukasi dan pendampingan gizi akan terus berlanjut secara mandiri di lingkungan sekolah.
“Kami berharap melalui edukasi gizi seimbang berbasis pangan lokal dan pemanfaatan teknologi digital, para remaja di SMAN 1 Bukittinggi terbebas dari anemia, tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi emas masa depan,” ujar Lili.












