Sumbar

Rehabilitasi Lahan Pertanian Sumbar Terus Dikebut, Rusak Ringan Sudah 70 Persen, Rusak Berat Belum Jelas

×

Rehabilitasi Lahan Pertanian Sumbar Terus Dikebut, Rusak Ringan Sudah 70 Persen, Rusak Berat Belum Jelas

Sebarkan artikel ini
Rehabilitasi

Sumbar juga menunjukkan perkembangan lebih lanjut. Dari target 3.902 hektare, realisasi konstruksi mencapai 78 persen. Bahkan, seluas 663 hektare lahan telah selesai diolah dan 114 hektare di antaranya sudah mulai ditanami kembali, terutama di Kabupaten Solok.

Sedangkan pemulihan lahan di Aceh menjadi target terbesar, yakni 31.464 hektare. Progres di tahap awal pada penguatan administratif. Dalam laporan itu terlihat dokumen kontrak di beberapa wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa telah tuntas 100 persen sebagai landasan pengerjaan fisik skala besar di lapangan.

Baca Juga  SDN 06 ATTS Juara I Lomba Randai Se-Kota Bukittinggi

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian menyoroti tantangan utama berupa endapan lumpur yang menutup area pertanian. “Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di dataran rendah,” ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (28/3/2026) lalu.

Pernyataan Tito ini berdasarkan pengalamannya langsung ke lapangan. Misalnya pada 21 Februari silam, ia melihat lahan sawah yang sudah tertutup lumpur di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

“Lahan sawah ini harus produktif kembali karena daerah ini merupakan salah satu gudang logistik lumbung pangan di Aceh,” kata Tito seraya mendorong kementerian/lembaga di bawah koordinasi Satgas PRR bergerak segera melakukan pemulihan.