PASAMAN, HANTARAN.Co — Memasuki hari ketiga operasi SAR, tim gabungan kembali menyusuri kawasan Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, untuk mencari Amri Anto (51), warga yang dilaporkan terseret derasnya arus banjir.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasaman pada Jumat (18/9/2026) sejak sekitar pukul 16.00 WIB memicu banjir bandang sekitar pukul 17.15 WIB. Bencana tersebut kemudian menyebabkan satu warga dilaporkan terseret arus.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang dari Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Mardianto pada Jumat sekitar pukul 18.27 WIB.
Pada Minggu (20/9), memasuki hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan kembali bergerak sejak pukul 07.00 WIB. Area pencarian diperluas dengan cakupan sekitar dua kilometer dan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
Penyisiran dilakukan pada sejumlah titik yang telah ditentukan berdasarkan koordinat operasi, dengan melibatkan personel dari Pos SAR Pasaman, Unit Siaga SAR Agam, Polres Pasaman, BPBD Pasaman, Kodim 0305, local hero, serta masyarakat setempat.
Sebanyak 83 personel terlibat dalam operasi pencarian tersebut. Pos SAR Pasaman mengerahkan tujuh personel, Unit Siaga SAR Agam enam personel, Polres Pasaman 20 personel, BPBD Pasaman 11 personel, Kodim 0305 empat personel, local hero lima personel, dan masyarakat sebanyak 30 orang.
Operasi pencarian juga didukung sejumlah peralatan, antara lain rescue car double cabin, rescue truck, ambulans, LCR, peralatan SAR air, peralatan medis dan komunikasi, Aqua Eye, drone thermal, excavator, serta peralatan SAR lainnya.
Namun, hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB, keberadaan Amri Anto belum ditemukan. Tim SAR gabungan mencatat hasil pencarian hari ketiga masih nihil.
Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin (21/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB.
Kondisi cuaca di lokasi pada Minggu dilaporkan mendung dengan kecepatan angin sekitar tiga knot. Situasi tersebut menjadi bagian dari pertimbangan tim dalam menentukan pola dan keamanan operasi di lapangan.
Lokasi kejadian berada di Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, pada koordinat 0°23’8.52″ LU dan 99°56’19.44″ BT.
Dari Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman, lokasi kejadian berjarak sekitar 29,92 kilometer secara garis lurus dengan radial 14,78 derajat arah utara. Sementara jarak melalui jalur darat mencapai sekitar 49,4 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam.
Operasi SAR dijadwalkan kembali berlangsung Senin pagi dengan harapan pencarian dapat menemukan titik terang atas keberadaan korban. (h/dna)






