Sumbar

Rehabilitasi Lahan Pertanian Sumbar Terus Dikebut, Rusak Ringan Sudah 70 Persen, Rusak Berat Belum Jelas

×

Rehabilitasi Lahan Pertanian Sumbar Terus Dikebut, Rusak Ringan Sudah 70 Persen, Rusak Berat Belum Jelas

Sebarkan artikel ini
Rehabilitasi

Sejumlah daerah seperti Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Kota Padang tercatat telah mengajukan usulan pencairan dana. Dalam mekanismenya, pemerintah kabupaten/kota bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sementara pemerintah provinsi berperan sebagai kuasa pengguna anggaran.

Berdasarkan data yang diterima Haluan, Distanhorbun Sumbar mencatat total luas baku sawah (LBS) Sumbar tahun 2024 mencapai 168.952 hektare, dengan total lahan terdampak bencana sebesar 7.173,86 hektare. Rinciannya, lahan rusak ringan seluas 2.802 hektare, rusak sedang 1.100 hektare, rusak berat 2.540,69 hektare, serta sawah hilang mencapai 730,97 hektare.

Kabupaten Solok menjadi daerah dengan dampak terluas, yakni 2.205 hektare, disusul Kabupaten Agam seluas 1.928 hektare dan Kabupaten Padang Pariaman 1.183,50 hektare. Sementara itu, Kabupaten Pasaman Barat mencatat 543,11 hektare lahan terdampak dan Tanah Datar 480 hektare.

Baca Juga  Polisi Mulai Berjaga di Pintu Masuk Sumbar

Di sisi lain, Kota Padang mencatat kerusakan seluas 354,87 hektare, didominasi kategori rusak ringan dan sedang. Beberapa daerah seperti Kepulauan Mentawai dan Kota Payakumbuh tercatat tidak mengalami dampak signifikan terhadap lahan sawah.

Data ini mengindikasikan beban pemulihan sektor pertanian di Sumbar tidak merata, dengan konsentrasi kerusakan terbesar berada di wilayah sentra produksi pangan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemda dalam memastikan distribusi anggaran dan percepatan rehabilitasi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga  Raih WTP, Bupati Solok Epyardi Asda Fokus Pengoptimalan Aset

Data Satgas PRR : 24.416 Hektare Sawah Sudah Direhabilitasi

Sementara itu, Berdasarkan laporan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 27 Maret 2026 terkait rehabilitasi sawah, terlihat progres dokumen perencanaan nasional telah mencakup 57 persen atau sekitar 24.416 hektare. Sementara itu, realisasi konstruksi fisik secara kumulatif berada di angka 12 persen atau seluas 5.333 hektare.

Sumatera Utara (Sumut) menjadi provinsi dengan percepatan rehabilitasi yang signifikan. Realisasi konstruksi sebesar 31 persen atau 2.238 hektare. Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi motor penggerak utama dengan progres fisik 96 persen, dibuntuti Tapanuli Selatan sebesar 66 persen.