PESISIR SELATAN, HANTARAN.co – Semangat baru pengawasan demokrasi mulai digaungkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Melalui peluncuran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, Bawaslu mengajak masyarakat untuk mengambil peran lebih aktif dalam mengawal kualitas Pemilu menuju 2029 yang bermartabat.
Kegiatan yang mengusung tema “Hijrah Pengawasan, Menyalakan Semangat Baru untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” itu digelar di ruang Media Center Kantor Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (16/6/2026). Program ini menjadi salah satu langkah strategis Bawaslu dalam memperkuat budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Kepala Sekretariat Bawaslu Pesisir Selatan, Rinaldi, yang bertindak sebagai ketua panitia, mengatakan Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan wadah untuk membangun kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat dalam menciptakan demokrasi yang berkualitas.
“Melalui P2P, kami ingin membangun semangat bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan Pemilu. Kegiatan ini diikuti sebanyak 24 peserta dengan menghadirkan narasumber dari unsur pimpinan,” ujar Rinaldi.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan menjadi salah satu kunci penting untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, menegaskan bahwa meskipun saat ini belum memasuki tahapan Pemilu, Bawaslu tetap aktif menjalankan berbagai program pendidikan politik dan pengawasan partisipatif.
Ia menyebutkan sejumlah program inovatif telah dijalankan Bawaslu Pesisir Selatan, seperti Kelas Pemilu, Radio Bawaslu Mangudara, hingga Podcast Baraja Pemilu. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekretariat juga terus dilakukan melalui berbagai kegiatan penguatan teknis.






