PASBAR,HANTARAN.co— Upaya mendorong tata kelola sumber daya alam (SDA) berkelanjutan serta berpihak pada masyarakat di tingkat Nagari terus digencarkan.
NGO Rancak Publik bersama Pemerintahan Nagari Sinuruik sukses menghadirkan ruang dialog partisipatif untuk menyerap aspirasi dan memperkuat peran warga dalam menentukan masa depan ruang hidup mereka pada pada Senin (20/4/2026) kemarin.
Kegiatan bertajuk “Duduak Basamo” itu, mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kelompok tani, Bundo Kanduang, PKK, Badan Musyawarah (Bamus) Nagari, pemuda, hingga perangkat kecamatan yang bersinggungan langsung dengan pengelolaan kawasan hutan.
Dalam suasana diskusi yang terbuka dan setara, warga menyampaikan pandangan, harapan, sekaligus kekhawatiran terkait kondisi lingkungan di Nagari Sinuruik.
Diskusi tidak sekadar menjadi forum bertukar pikiran, tetapi juga mengajak masyarakat memahami pentingnya tata kelola SDA yang mampu menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menopang kehidupan ekonomi secara adil.
Salah satu pendekatan yang mengemuka adalah skema perhutanan sosial, yang dinilai mampu memperkuat akses dan peran masyarakat dalam mengelola hutan.
Fasilitator kegiatan, Rozidateno Putri Hanida, dosen Administrasi Publik Universitas Andalas, memandu jalannya diskusi dengan pendekatan partisipatif. Peserta diajak memetakan kondisi nagari, potensi yang dimiliki, hingga tantangan yang dihadapi ke depan.






