Hampir setiap tahun, masyarakat dihadapkan pada situasi yang sama. Ketika kuota menipis atau distribusi mengalami hambatan, antrean panjang kembali muncul di berbagai SPBU.
Publik pun mulai mempertanyakan, mengapa persoalan yang terus berulang ini belum juga menemukan solusi yang benar-benar efektif?
Di tengah kelangkaan itu, berbagai spekulasi berkembang di masyarakat. Dugaan adanya praktik pelangsiran hingga penyalahgunaan Solar subsidi kembali menjadi perbincangan hangat.
Tidak sedikit warga menduga distribusi BBM subsidi belum sepenuhnya tepat sasaran. Solar yang seharusnya diperuntukkan bagi sektor produktif dan masyarakat kecil justru diduga dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan lain.
Akibatnya, masyarakat yang benar-benar membutuhkan harus bersaing di tengah antrean panjang demi mendapatkan jatah BBM.
Situasi tersebut memunculkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.
Solar subsidi sejatinya hadir sebagai bentuk perlindungan negara terhadap sektor produktif dan kelompok ekonomi kecil. Namun ketika distribusinya tidak terkendali, tujuan subsidi perlahan kehilangan makna.






