Nasional

Kualitas Belanja APBN 2026 Masih Diwarnai Korupsi

×

Kualitas Belanja APBN 2026 Masih Diwarnai Korupsi

Sebarkan artikel ini

Kamrussamad juga menilai kebijakan makroprudensial yang diterapkan pemerintah bersama Bank Indonesia mulai menunjukkan hasil positif. Penurunan biaya dana perbankan dinilai mampu mendorong pertumbuhan kredit korporasi maupun kredit konsumsi.

Meski demikian, ia menilai penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih perlu ditingkatkan agar manfaat pelonggaran likuiditas benar-benar dirasakan sektor produktif.

Kamrussamad juga mengapresiasi kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia yang memberikan insentif kepada perbankan yang menyalurkan kredit untuk sektor prioritas seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, serta berbagai program strategis pemerintah.

Baca Juga  Bupati Pesisir Selatan Temui Dirjen PPK Transmigrasi, Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Lunang Silaut

Untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi jangka panjang, DPR juga mendorong percepatan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri di berbagai daerah. Saat ini, menurut Kamrussamad, kawasan industri di Maluku Utara dan Sulawesi Tengah menunjukkan perkembangan yang cukup baik, sementara sebagian besar kawasan ekonomi khusus lainnya masih memerlukan akselerasi investasi.

Ia berharap optimalisasi 25 kawasan ekonomi khusus dan puluhan kawasan industri di berbagai daerah mampu menarik investasi baru, memperkuat sektor manufaktur, membuka lapangan kerja formal, serta meningkatkan kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Baca Juga  Perjalanan Misterius Hilangnya CCTV di Rumah Ferdy Sambo