PAYAKUMBUH, HANTARAN.CO — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menegaskan lima prioritas utama pembangunan daerah tahun 2027 dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027, sekaligus Rembuk Stunting 2026 yang digelar di Aula Joserizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Senin (30/3/2026).
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman, menegaskan arah pembangunan tersebut menjadi pijakan strategis dalam mendorong transformasi sosial ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
“Perencanaan ini harus benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan mampu menjawab berbagai persoalan daerah secara tepat sasaran,” ujar Elzadaswarman.
Mengusung tema Transformasi Sosial Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing Melalui Penguatan Kualitas SDM, serta Kualitas Layanan Publik, musrenbang ini menjadi forum sinkronisasi perencanaan pembangunan dari tingkat kelurahan hingga kota, agar selaras dengan kebijakan provinsi dan nasional.
Ia menjelaskan, capaian indikator makro Kota Payakumbuh menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat sebesar 3,55 persen, lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Sumatera Barat sebesar 3,37 persen, meski masih di bawah nasional 5,11 persen.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 81,62, tingkat kemiskinan 4,95 persen, pengangguran 4,96 persen, indeks gini 0,271, serta PDRB per kapita sebesar Rp66,037 juta.
“Ini menjadi modal penting, namun tetap perlu kerja keras agar capaian tersebut terus meningkat,” katanya.
Elzadaswarman menegaskan, tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029 dengan fokus pada lima prioritas pembangunan.
Pertama, peningkatan sumber daya manusia yang berakhlak, sehat, berkualitas dan berdaya saing. Kedua, penguatan ekonomi daerah berbasis produk unggulan dan inovasi.
Ketiga, peningkatan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berkualitas, sejalan dengan komitmen Payakumbuh sebagai kota percontohan antikorupsi.












