Payakumbuh

Payakumbuh jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar dalam Program “Ekraf Peduli”, Produk Sulam dan Anyam Dibidik Tembus Pasar Global

×

Payakumbuh jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar dalam Program “Ekraf Peduli”, Produk Sulam dan Anyam Dibidik Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini

PAYAKUMBUH, HANTARAN.CO — Kota Payakumbuh menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang dipilih Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) dalam Program Pelatihan dan Pendampingan Kriya “Ekraf Peduli” untuk mengakselerasi pengembangan produk sulam dan anyam agar mampu menembus pasar nasional hingga global.

Program tersebut diikuti 50 perajin lokal, terdiri atas 25 perajin anyaman dan 25 perajin sulaman. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Mangkuto, Payakumbuh, Rabu (26/8/2026).

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengapresiasi penunjukan Payakumbuh sebagai lokasi program tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pelaku ekonomi kreatif sekaligus mengembangkan potensi budaya daerah menjadi kekuatan ekonomi.

“Atas nama Pemko Payakumbuh, saya menyampaikan terima kasih kepada Kemenekraf/Bekraf yang telah memilih Kota Payakumbuh sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan ini,” kata Zulmaeta.

Baca Juga  Safari Ramadan di Tanjung Pauh, Wako Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Perangi Narkoba

Ia mengatakan Payakumbuh memiliki kekayaan budaya dan tradisi, termasuk keterampilan sulam dan anyam yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Potensi tersebut perlu dikembangkan agar tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Zulmaeta meminta para perajin memperhatikan inovasi desain, kualitas, kemasan, dan strategi pemasaran agar produk kriya mampu mengikuti perubahan selera serta perilaku konsumen.

“Produk kriya Payakumbuh harus kita dorong agar tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar nasional bahkan pasar global,” ujarnya.

Selain pengembangan produk, Zulmaeta menyoroti keterbatasan modal yang masih menjadi salah satu kendala perajin dalam mengembangkan usaha. Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat berlanjut, terutama dalam membuka akses permodalan bagi pelaku kriya.

Baca Juga  Buka Puasa Bersama IDI Paliko, Wali Kota Payakumbuh Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan

“Karena kekurangan modal, para perajin kita meminta bantuan modal untuk mengembangkan usaha dan hasil yang lebih maksimal. Mudah-mudahan ada bantuan untuk perajin kita dari Kementerian Ekonomi Kreatif,” katanya.

Pemko Payakumbuh, kata dia, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat UMKM, sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.

Zulmaeta juga mengajak para perajin memanfaatkan program tersebut untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi, dan menghasilkan produk inovatif yang memiliki ciri khas Payakumbuh.