Keempat, penguatan kehidupan sosial budaya berbasis falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Dan kelima, pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan guna mendukung pelayanan publik.
Selain itu, Pemko Payakumbuh juga berkomitmen mendukung program strategis nasional, seperti penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta percepatan penurunan stunting.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, mengingatkan agar penyusunan RKPD 2027 tetap realistis dan selaras dengan kemampuan fiskal daerah.
“Tema yang diusung sudah relevan, namun perlu disesuaikan dengan kapasitas keuangan daerah agar program dapat berjalan efektif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya efisiensi belanja dan penguatan belanja publik agar pembangunan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
“Setiap rencana harus menjadi bukti nyata kehadiran negara, bukan sekadar angka di atas kertas,” ucapnya.
Musrenbang tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, hingga unsur KAN, Bundo Kanduang, dan organisasi perempuan di Kota Payakumbuh. (*)












