Sumbar

Tim PPUB UNP Dampingi Penyelamatan Koleksi Museum Perang Sintuk Pasca Banjir

×

Tim PPUB UNP Dampingi Penyelamatan Koleksi Museum Perang Sintuk Pasca Banjir

Sebarkan artikel ini

“Pendampingan kuratorial dilakukan agar pengelolaan koleksi menjadi lebih sistematis, sementara digitalisasi arsip merupakan langkah penting untuk menjaga informasi sejarah apabila koleksi fisik mengalami kerusakan akibat bencana,” ujarnya.

Sebagai luaran program, tim PPUB UNP menyerahkan sejumlah sarana pendukung mitigasi bencana kepada Museum Perang Sintuk. Bantuan tersebut berupa stand banner informasi mitigasi banjir yang memuat langkah-langkah penyelamatan koleksi saat terjadi bencana, serta stand banner profil Museum Perang Sintuk dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai media edukasi sekaligus informasi bagi wisatawan.

Selain itu, tim juga menyerahkan Buku Standar Operasional Prosedur (SOP) Mitigasi Bencana Museum sebagai pedoman penanganan koleksi sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. SOP tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan pengelola museum dalam melindungi koleksi bersejarah.

Baca Juga  Wah! Anggota Satgas TMMD Pessel Bantu Ibu Asuh Setrika Pakaian

Untuk mendukung perlindungan fisik koleksi, tim turut menyerahkan lima unit waterproof box sebagai tempat penyimpanan koleksi penting yang rentan terhadap kerusakan akibat air, serta 100 lembar plastik ziplock untuk melindungi dokumen, arsip, dan benda-benda berukuran kecil dalam kondisi darurat.

Program pengabdian ini menunjukkan bahwa mitigasi bencana tidak hanya berorientasi pada keselamatan manusia, tetapi juga mencakup upaya melindungi warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, edukasi, dan ilmiah. Pelestarian koleksi museum menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah dan mewariskan pengetahuan kepada generasi mendatang.

Baca Juga  Sidang Praperadilan SP3 Kasus Korupsi Relokasi RSUD M. Zein Painan, Kejati Sumbar Mangkir

Seluruh rangkaian kegiatan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Nagari Sintuak, pengelola Museum Perang Sintuk, ninik mamak, Pokdarwis, sanggar seni, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan museum berbasis mitigasi bencana yang dapat diterapkan di museum-museum lain, sehingga warisan sejarah bangsa tetap terjaga secara berkelanjutan.