Sumbar

Tim PPUB UNP Dampingi Penyelamatan Koleksi Museum Perang Sintuk Pasca Banjir

×

Tim PPUB UNP Dampingi Penyelamatan Koleksi Museum Perang Sintuk Pasca Banjir

Sebarkan artikel ini

Padang Pariaman, Hantaran.co – Universitas Negeri Padang (UNP) menunjukkan komitmennya dalam pelestarian warisan budaya melalui Program Pengabdian Universitas Negeri Padang Berdampak (PPUB). Tim pengabdian yang dipimpin Dr. Nora Susilawati, S.Sos., M.Si. melaksanakan kegiatan bertajuk Rescue and Restore: Pendampingan Kuratorial dan Digitalisasi Arsip Statis Museum Perang Sintuk Pascadampak Banjir pada 10 Juli 2026 di Kantor Wali Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman.

Program ini merupakan bentuk kepedulian akademisi terhadap penyelamatan koleksi Museum Perang Sintuk yang terdampak banjir pada 2025. Sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah tentang perjuangan masyarakat, Museum Perang Sintuk dinilai memiliki peran penting dalam menjaga memori kolektif dan identitas daerah. Karena itu, upaya penyelamatan koleksi membutuhkan kolaborasi antara pengelola museum, pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi.

Baca Juga  Diduga Edarkan Narkoba, Seorang Petani di Ranah Pesisir Ditangkap Polisi

Tim pengabdian terdiri atas Dr. Nora Susilawati, S.Sos., M.Si. dari Departemen Sosiologi sebagai ketua, Najmi, S.S., M.Hum. dari Departemen Sejarah, Dr. Rini Rahman, S.Ag., M.Ag. dari Departemen Pendidikan Agama Islam, Erda Fitriani, S.Sos., M.Si. dari Departemen Sosiologi, serta mitra pengabdian Desrial, S.Pd. dan Rio Tampati Putra. Kegiatan juga melibatkan asisten dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, yakni Ray Silva, M.Pd., Mutiara Rejani Veronika, S.Pd., Ulva Husna, S.Pd., Betri Gusnita, S.Pd., Fadhil Mujahid, S.T., dan Ichlazul Amal.

Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan menyamakan persepsi antara tim pengabdian dan para pemangku kepentingan mengenai kondisi koleksi museum pascabanjir, kebutuhan mendesak, serta strategi pendampingan yang akan dilaksanakan. Forum tersebut menjadi wadah untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga  Perayaan Tahun Baru 2026 Diimbau Tanpa Hura-hura, Sumbar Masih Berduka

FGD dihadiri Wali Nagari Sintuak Desrial, S.Pd., Sekretaris Nagari Rakhelda, ninik mamak, Kepala Museum Perang Sintuk Rio Tampati Putra, A.Md., anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta anggota sanggar seni. Dalam diskusi tersebut, peserta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi museum setelah banjir sekaligus harapan agar Museum Perang Sintuk dapat terus berkembang sebagai pusat edukasi sejarah bagi masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Nora Susilawati, mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan dampak banjir, tetapi juga membangun sistem mitigasi bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan museum menghadapi potensi bencana di masa mendatang.