Ia mengaku masih menerima keluhan dari sejumlah wali murid yang harus membeli sendiri perlengkapan sekolah anak-anak mereka. Karena itu, pemerintah daerah diminta lebih terbuka terkait data penerima bantuan, mekanisme distribusi, hingga jadwal penyaluran bantuan.
Tak hanya itu, program internet gratis untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) juga dinilai belum memberikan dampak signifikan di sejumlah daerah terpencil di Pasaman.
Menurut Fattah, masyarakat di beberapa nagari masih mengalami kesulitan mengakses jaringan internet, baik untuk kebutuhan pendidikan, administrasi pemerintahan, maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
“Program internet gratis jangan hanya berhenti pada seremoni dan publikasi. Faktanya, masih banyak wilayah yang kesulitan mengakses jaringan internet,” ujarnya.
KOMAPAS Pekanbaru juga mempertanyakan realisasi janji penciptaan 1.000 lapangan kerja yang sebelumnya digaungkan pemerintah daerah. Pemerintah diminta menjelaskan secara rinci bentuk lapangan kerja yang telah tercipta serta sejauh mana tenaga kerja lokal terserap.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya pelatihan, tetapi kepastian penyerapan tenaga kerja lokal secara nyata,” ucapnya.
Sorotan lain juga diarahkan kepada proyek strategis nasional (PSN) Geothermal di wilayah kerja Medco Pasaman. KOMAPAS mempertanyakan sejauh mana keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut, serta apakah pemerintah daerah telah memiliki regulasi khusus terkait prioritas pekerja asal Pasaman.
“Jangan sampai proyek besar hanya menguntungkan pihak luar, sementara masyarakat lokal hanya menjadi penonton,” katanya.
Di sisi lain, persoalan tambang ilegal dinilai masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kabupaten Pasaman. Aktivitas tambang ilegal disebut memicu konflik sosial sekaligus menyebabkan kerusakan lingkungan seperti pencemaran sungai, kerusakan hutan, hingga rusaknya lahan masyarakat.
Menurut Fattah, penanganan tambang ilegal tidak cukup hanya melalui razia sementara, melainkan membutuhkan penegakan hukum yang konsisten disertai solusi ekonomi bagi masyarakat terdampak.












