Menurutnya, proses penyusunan AMDAL akan diawali dengan penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang membutuhkan waktu sekitar 45 hari. Sementara keseluruhan tahapan AMDAL diperkirakan berlangsung hingga empat bulan.
Di sektor infrastruktur dasar, Dinas PUPR melaporkan akses jalan menuju lokasi sekolah saat ini masih memiliki lebar sekitar 4 meter. Untuk memenuhi standar operasional pembangunan, jalan tersebut perlu diperlebar menjadi 6 meter.
Pelebaran jalan itu nantinya membutuhkan pembebasan lahan tambahan serta koordinasi dengan pemerintah nagari setempat.
Sementara kebutuhan air bersih akan dipenuhi melalui jaringan PDAM dengan pemasangan sambungan pipa sepanjang sekitar 500 meter. Sedangkan untuk pasokan listrik, jaringan PLN disebut telah tersedia di kawasan tersebut.
Namun demikian, pihak PLN meminta adanya surat permohonan resmi beserta rincian kebutuhan daya listrik untuk mendukung pembangunan kawasan pendidikan tersebut.
Persoalan telekomunikasi juga ikut dibahas dalam rapat. Pemerintah daerah menilai kawasan calon lokasi Sekolah Rakyat masih membutuhkan penguatan jaringan komunikasi.
Salah satu opsi yang disiapkan yakni penambahan satu unit Base Transceiver Station (BTS) atau penggunaan layanan internet berbasis satelit seperti Starlink guna mendukung aktivitas pendidikan dan administrasi sekolah nantinya.






