BeritaPadang Pariaman

Jenazah Bocah Asal Pekanbaru Ditemukan, Operasi SAR di Pantai Gasan Gadang Resmi Diusulkan Ditutup

×

Jenazah Bocah Asal Pekanbaru Ditemukan, Operasi SAR di Pantai Gasan Gadang Resmi Diusulkan Ditutup

Sebarkan artikel ini
SAR
Jenazah Bocah Asal Pekanbaru Ditemukan, Operasi SAR di Pantai Gasan Gadang Resmi Diusulkan Ditutup. ist/Basarnas

PADANG PARIAMAN, HANTARAN.Co — Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa jam, tim gabungan akhirnya menemukan Rafi Rapa Maulana (13), bocah asal Pekanbaru yang terseret ombak saat berenang di Pantai Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (28/6/2026) dini hari, sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian.

Korban sebelumnya dilaporkan hanyut pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB saat mandi di kawasan Pantai Gasan Gadang. Besarnya gelombang menyebabkan korban terseret arus laut. Upaya pencarian sempat dilakukan oleh warga sekitar, namun tidak membuahkan hasil hingga informasi diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang.

Baca juga : Pemko Payakumbuh Matangkan Ranperda Penanggulangan Bencana untuk Perkuat Perlindungan Masyarakat

Baca Juga  CGP Angkatan 9 Kota Bukittinggi Gelar Panen Karya

Berdasarkan laporan operasi SAR, korban berhasil ditemukan pada pukul 00.54 WIB di koordinat 0°28’5.70″S–99°59’53.32″T atau sekitar 100 meter dari titik lokasi kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Usai proses evakuasi, tim SAR gabungan menggelar debriefing pada pukul 01.15 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing, disertai usulan penutupan Operasi SAR karena target pencarian telah ditemukan.

Jenazah Bocah Asal Pekanbaru Ditemukan, Operasi SAR

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, terdiri atas tujuh personel Unit Siaga SAR Agam, dua personel TNI, delapan personel Polri, delapan personel BPBD, lima personel PMI, serta 15 orang masyarakat yang turut membantu proses pencarian.

Baca Juga  Pemko Bukittinggi Launching PMT Berbahan Pangan Lokal

Dalam pelaksanaan operasi, tim menghadapi kendala berupa terbatasnya jarak pandang, meskipun kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar empat knot. Berbagai peralatan pendukung turut dikerahkan, di antaranya rescue car, perahu LCR beserta motor tempel, peralatan SAR air, peralatan medis, serta perangkat komunikasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang melalui laporan operasi menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pencarian telah berjalan sesuai prosedur hingga korban berhasil ditemukan. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang sedang tinggi, demi mencegah terulangnya kejadian serupa. (h/dna)