Berita

Perkuat Ekosistim Ekonomi Haji, Kemenhaj Sumbar Gandeng Pemprov Lahirkan Program Inovasi

×

Perkuat Ekosistim Ekonomi Haji, Kemenhaj Sumbar Gandeng Pemprov Lahirkan Program Inovasi

Sebarkan artikel ini
Kemenhaj
Perkuat Ekosistim Ekonomi Haji, Kemenhaj Sumbar Gandeng Pemprov Lahirkan Program Inovasi. ist

Bukittinggi, HANTARAN.Co — Ibadah haji selama ini identik dengan perjalanan spiritual menuju Tanah Suci. Namun, di balik itu tersimpan potensi besar yang dapat menggerakkan perekonomian daerah, memberdayakan pelaku usaha, hingga menghadirkan manfaat sosial yang terus mengalir bagi masyarakat.

Berangkat dari gagasan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat menggandeng Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi.

Gagasan itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, H. M. Rifki, di hadapan Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Senin (29/6).

Rifki mengatakan, penyelenggaraan haji ke depan tidak lagi hanya dipandang sebagai pelayanan keberangkatan dan pemulangan jemaah. Lebih dari itu, haji harus mampu menghadirkan nilai tambah bagi daerah melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perbankan syariah, pelaku UMKM, hingga masyarakat.

Baca juga : Wujudkan Brand BERMUTASI, Siswi SDN 05 Pauh Keilyne Avieza Delty Raih Perunggu Kejurprov FORKI Sumbar 2026 di Kelas Kumite

“Ekosistem ekonomi haji dan umrah harus kita bangun bersama. Haji tidak hanya menghadirkan manfaat spiritual bagi jemaah, tetapi juga mampu melahirkan manfaat ekonomi, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah Sumbar mengusulkan 10 program strategis sebagai fondasi pembangunan ekosistem ekonomi haji dan umrah di Sumatera Barat.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Wakaf Haji, yakni pengembangan wakaf uang dari para jemaah maupun keluarga haji yang dikelola secara profesional melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU).

Baca Juga  Wisata Masa Pandemi, Leonardy : Pelaku Wisata Harus Kreatif dalam Membuat Paket Wisata

Menurut Rifki, potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun berbagai fasilitas yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, seperti rumah sakit khusus haji dan umrah, klinik haji, hingga program pendidikan dan sosial keagamaan.

Perkuat Ekosistim Ekonomi Haji, Kemenhaj Sumbar

“Ibadah haji tidak berhenti ketika jemaah kembali ke tanah air. Melalui wakaf, manfaatnya akan terus mengalir sebagai amal jariah sekaligus menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.

Selain memperkuat sisi ekonomi, Kemenhaj Sumbar juga mengusulkan pembangunan Museum dan Pusat Sejarah Haji Minangkabau sebagai upaya menjaga jejak panjang perjalanan masyarakat Sumatera Barat menuju Tanah Suci.

Menurut Rifki, Sumatera Barat memiliki warisan sejarah yang kuat dalam dunia perhajian. Banyak tokoh besar bangsa lahir dari perjalanan spiritual tersebut dan kemudian membawa perubahan di bidang pendidikan, dakwah, serta perjuangan kebangsaan.

Nama-nama seperti Haji Sumanik, Haji Piobang, Haji Miskin, Haji Agus Salim, Buya Hamka, hingga Mohammad Yamin, kata Rifki, menjadi bukti bahwa perjalanan haji masyarakat Minangkabau telah melahirkan tokoh-tokoh yang memberi kontribusi besar bagi Indonesia.

“Sejarah itu jangan sampai hilang. Kita ingin generasi mendatang mengetahui bahwa perjalanan haji masyarakat Minangkabau bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga melahirkan tokoh-tokoh peradaban yang memberikan pengaruh besar bagi bangsa,” ujarnya.

Selain dua program tersebut, Kemenhaj Sumbar juga mengusulkan delapan program strategis lainnya, yakni Haji Umrah Store sebagai platform digital pemberdayaan UMKM, Gerakan Tabungan Haji Muda, pemanfaatan Empty Flight pesawat haji.

Selanjutnya penguatan Embarkasi Padang sebagai pusat layanan haji dan umrah kawasan Sumatera Tengah, pembangunan Kampung Haji di setiap kabupaten dan kota, pendirian Institut Haji dan Umrah Nusantara (IHUN), pembentukan Koperasi Keluarga Haji, serta penerapan layanan terpadu (One Stop Service) bagi jemaah umrah.

Baca Juga  Kunjungi RBAN Gadut, Kepala Badan Bahasa Serahkan Sumbangan Buku Bacaan Bermutu

Rifki berharap seluruh gagasan tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, hingga masyarakat.

Menurutnya, Sumatera Barat memiliki modal sejarah, sumber daya manusia, serta posisi strategis untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah di Indonesia.

“Kami percaya, ketika seluruh potensi ini disinergikan, haji tidak hanya menjadi ibadah yang mengantarkan seseorang menjadi tamu Allah, tetapi juga menjadi kekuatan yang menggerakkan ekonomi, memberdayakan UMKM, melahirkan inovasi, serta menghadirkan kemaslahatan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas,” tutup Rifki.

Paparan Kakanwil Kemenhaj ini disambut baik oleh Gubernur dan wakil gubernur Sumbar. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap 10 program ini yang memberikan dampak positif bagi pembangunan Sumbar ke depan.

Bahkan Gubernur langsung mengarahkan dan membentuk tim untuk menindaklanjuti rancangan dari Kakanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki. Gubernur juga menunjuk asisten 1 sebagai ketua tim untuk memperkuat program tersebut.

“Kita sudah sama-sama mendengar bersama bagaimanan program yang ditawarkan oelh Kakanwil Kemenhaj ini semua berpeluang memberikan keuntungan positif bagi Sumatera Barat,” kata Mahyeldi

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan kolaborasi lintas sektor, Kementerian Haji dan Umrah berharap berbagai gagasan tersebut dapat diwujudkan secara bertahap.

Tidak hanya memperkuat layanan penyelenggaraan haji dan umrah, tetapi juga menjadikan ibadah haji sebagai penggerak ekonomi, pemberdayaan umat, serta sumber kemaslahatan yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat. (*)