PADANG, HANTARAN.co– Rentetan gempa bumi yang seringkali terjadi belakangan ini patut menjadi alarm bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pakar Geoteknik Universitas Andalas, Prof. Abdul Hakam, mengingatkan bahwa secara keilmuan, gempa-gempa kecil yang terjadi berulang dapat menjadi tanda atau peringatan akan kemungkinan terjadinya gempa yang lebih besar.
“Secara ilmu geologi, bisa saja gempa yang sering terjadi akhir-akhir ini merupakan tanda akan terjadi gempa yang lebih besar. Artinya, ini adalah bentuk peringatan secara keilmuan agar kita lebih siap menghadapi bencana yang lebih besar,” ujar Prof. Abdul Hakam kepada Haluan, Kamis (25/6/2026).
Ia mengibaratkan fenomena tersebut seperti sebatang kayu yang akan patah. Sebelum benar-benar roboh, biasanya akan muncul retakan-retakan terlebih dahulu.
“Gempa besar sering kali didahului oleh gempa-gempa kecil. Sama seperti kayu yang hendak patah, muncul retakan dulu sebelum akhirnya rubuh. Itu menjadi sinyal agar kita meningkatkan kesiapsiagaan,” katanya.
Menurutnya, yang terpenting saat ini bukanlah rasa takut, melainkan bagaimana masyarakat mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk. Kesiapsiagaan harus dimulai dari diri sendiri hingga kondisi bangunan tempat tinggal.
“Kita harus memastikan rumah tidak menjadi sumber bahaya kedua setelah gempa. Banyak korban bukan karena gempanya, tetapi karena bangunan yang roboh menimpa penghuninya,” jelasnya.






