Olimpiade Sosiologi Nasional itu katanya menjadi agenda paling menyita perhatian dalam kegiatan tersebut. Dari total 531 peserta, sebanyak 160 siswa berhasil lolos ke tahapan semifinal, final, hingga grand final yang dilaksanakan secara langsung di Universitas Negeri Padang.
Pada babak semifinal, sebanyak 153 peserta bersaing melalui tahapan penyisihan lanjutan yang berlangsung kompetitif. Panitia juga memberikan penghargaan kepada Best Participant dan Peserta Terjauh sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan dedikasi peserta.
Kompetisi kemudian berlanjut ke sistem SOC (Sociology of Champions) untuk menentukan 20 finalis terbaik. Dari tahap tersebut, lima peserta terpilih melaju ke grand final yang diawali sesi cerdas cermat dan dilanjutkan debat ilmiah mengenai berbagai isu sosial kontemporer.
“Babak debat menjadi salah satu sesi paling menarik karena menguji kemampuan peserta dalam menyampaikan argumentasi ilmiah, berpikir kritis, serta merespons dinamika sosial secara cepat dan tepat,” ujar Wahyu.
Ia menilai, Santika Synthesis 2026 lebih dari sekadar kompetisi, melainkan kegiatan tersebut berhasil membangun jejaring akademik dan mempererat solidaritas generasi muda lintas daerah di Indonesia.






