Selain sebagai media pengaduan, layanan ini juga membuka ruang bagi jemaah untuk memberikan apresiasi serta masukan terhadap kualitas pelayanan yang diterima.
“Masukan dari jemaah menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan layanan ke depan,” ujarnya lagi.
Rifki menegaskan, seluruh laporan yang masuk akan direkap dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan sistem pelayanan haji.
“Setiap pengaduan akan kami respons dan carikan solusinya untuk meningkatkan kualitas layanan,” katanya.
Menurutnya, kehadiran kanal ini juga bertujuan memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dan jemaah, sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan.
“Dengan sistem ini, respons terhadap kebutuhan jemaah dapat dilakukan lebih cepat dan terukur,” jelasnya.
Lebih jauh, Rifki menyebutkan layanan pengaduan ini dapat dimanfaatkan sejak jemaah terdaftar hingga pelaksanaan ibadah haji berlangsung.
“Ini bagian dari upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat dan memastikan setiap kebutuhan jemaah dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.
Layanan pengaduan dan IKM berbasis WhatsApp Center ini dapat diakses melalui nomor 08217033864.
Inovasi layanan pengaduan ini juga mendapat apresiasi dari Gubernur Sumbar Mahyeldi. Hal ini diungkapkan saat melepas kloter 1 Embarkasi Padang.
“Layanan ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Komitmen peningkatan layanan terus diperkuat untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan nyaman, terutama bagi lansia, perempuan, dan jemaah berkebutuhan khusus. (*)






