PADANG, HANTARAN.Co – Sanggar Tari Kata Gerak mempersembahkan karya seni melalui pertunjukkan tari kontemporer yang sarat makna budaya dan isu perempuan di era modern di Laman Tari Darwis Loyang Dinas Kebudayaan Sumbar, Minggu (2/8/2026)
Karya tari yang mengusung tema Parampuan, Piring dan Tumpukan Kain Jemuran disusun oleh Nurima Sari melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) yang difasilitasi Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat 2026.
Uniknya, karya tari kontemporer tersebut ditampilkan dengan panggung portable berputar berupa instalasi level persegi yang bisa berputar di tengah panggung. Selain itu, konsep ruang terbuka dipilih untuk membangkitkan nostalgia seni pertunjukan rakyat Minangkabau sekaligus mendekatkan dialog interaktif antara penari dan penonton
Koreographer sekaligus penerima FPK, Nurima Sari menjelaskan bahwa karya tersebut lahir sebagai kritikan sekaligus merefleksikan peran perempuan Minang modern. Sistem matrilineal sering menempatkan perempuan sebagai pemilik harta pusaka dan penjaga marwah kaum. Namun di era modern perempuan sering dihadapkan pada dilema antara tuntutan peran domestik dan ambisi karier.
“Karya ini terinspirasi dari kegelisahan sebagai seorang perempuan minang yang memiliki tanggung jawab dalam mempertahankan identitas dan budaya yang dihadapkan kepada kemajuan zaman, globalisasi dan pergaulan di lingkungan sekitar,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).






