Dalam pemaparan materi, ia menegaskan tiga tujuan strategis kebijakan mata pelajaran Keminangkabauan yang meliputi 1) memantapkan keberadaan kearifan lokal dan menumbuhkan jati diri serta kebanggaan daerah; 2) melindungi, mengembangkan, memberdayakan nilai lokal agar tidak punah; 3) meningkatkan penerapan nilai adat dalam penjaminan mutu pembelajaran SMA/SMK/SLB.
Tiga poin tersebut di atas sejatinya menegaskan bahwa pembelajaran muatan lokal bukan berorientasi pada ekslusifitas terhadap budaya luar. Melainkan upaya membangun tameng budaya agar warisan local genius masyarakat Minangkabau tetap eksis dari generasi ke generasi berikutnya di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Pada konteks ini lah sebagaimana ditegaskan oleh Muslim dalam artikelnya bahwa meskipun budaya lokal identik dengan karakteristik lokalitas tertentu namun nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal (Muslim, 2017).
Kita dapat melihat bagaimana nilai keislaman sangat kental sekali dalam filosofi Minang “Adat Basandi Sara’ Sara’ Basandi Kitabullah” mengejewantahkan spirit kebudayaan yang juga bertopang pada nilai keislaman. Dalam sisi nilai gotong royong, Minangkabau menawarkan semangat “ringan samo dijinjiang, barek samo dipikua” (selalu ada jalan alternatif jika dikerjakan secara gotong-royong). Pada puncak aktualisasi pendidikan, Minangkabau membentangkan metode alamiah bahwa apa yang tersedia di alam sejatinya dapat menjadi guru kehidupan, “alam takambang jadi guru”.
Muatan lokal Keminangkabauan telah diimplementasikan di SMAS Baiturahmah sebagai upaya merawat identitas Keminangkabauan generasi muda. Kegiatan yang telah kami lakukan ini memperoleh respon positif seluruh warga sekolah. Adapun kesusksesan kegiatan ini tentunya tak lepas dari dukungan kepala sekolah Elmiati, S.Pd, kolaborasi dengan guru di bidang seni seperti Yuniati sebagai pelatih talempong pacik, tangan dingin pembina OSIS Aranthia Aranxia yang juga terlibat sebagai pelatih talempong pacik para murid.
Pada akhirnya, apa yang telah dimulai tetap perlu dilakukan refleksi dan evaluasi supaya kegiatan Keminangkabauan di SMAS Baiturrahmah dapat menjadi lebih baik dan bertahan dari generasi ke generasi. Dukungan dari setiap stakeholders terkait menjadi penting dan kolabaroasi lintas guru serta lintas sekolah merupakan keniscayaan.






