Ketua KONI Sumbar melalui Kabid Organisasi, Syahindra Nurben, menekankan bahwa hasil Musorprov harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret.
“FPTI Sumbar harus segera menyiapkan atlet secara terencana dan terukur. Pembinaan harus berbasis program yang jelas dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menyebut, kesiapan menghadapi Porprov XVI sangat ditentukan oleh kerja sejak dini, termasuk peningkatan kualitas pelatih, disiplin latihan, serta penerapan metode pembinaan yang lebih modern.
Menurutnya, Musorprov menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi, mulai dari administrasi, program kerja, hingga koordinasi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota.
“Dari organisasi yang kuat akan lahir pembinaan yang baik, dan dari situlah prestasi tercipta,” ujarnya.
Dukungan terhadap penguatan organisasi juga datang dari Pengurus Pusat FPTI. Kabid Organisasi dan Hukum PP FPTI, Rahmad Herru Syafutra, yang mengikuti kegiatan secara virtual, menegaskan pentingnya struktur organisasi yang solid sebagai fondasi prestasi jangka panjang.
“Organisasi yang kuat dan terstruktur menjadi kunci dalam mencetak atlet berprestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” katanya.
Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas menuju Porprov XVI Sumbar, FPTI Sumbar didorong segera melakukan konsolidasi menyeluruh, termasuk pemetaan atlet potensial, penguatan program latihan, serta sinergi antar daerah.
Musorprov ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan FPTI Sumbar, dengan target tampil kompetitif dan meraih prestasi maksimal pada Porprov XVI Sumbar 2026.






