Di babak kedua, Semen Padang mencoba bangkit setelah tertinggal. Berbagai percobaan serangan yang dibangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-70. Kesalahan koordinasi di lini belakang Persis Solo membuat bola sapuan Muhammad Riyandi justru membentur rekannya, Sutanto Tan, dan berujung gol bunuh diri. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Namun, skor imbang tersebut tak bertahan lama. Persis Solo kembali merebut keunggulan hanya dalam waktu delapan menit lewat gol Dejan Tumbas pada menit ke-78.
Ia sukses memaksimalkan umpan dari Dimitri dan mengembalikan keunggulan Laskar Sambernyawa menjadi 2-1. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.
Pelatih Kepala Semen Padang FC, Imran Nahumarury mengaku kecewa dengan hasil laga kontra Persis Solo karena gagal meraih target tiga poin.
“Kita sudah memulai laga dengan baik sesuai dengan yang sudah kita rencanakan di dalam latihan, penguasaan bola dan peluang banyak. Tapi sepak bola itu tidak cukup dengan possesion dan peluang saja, tapi yang terpenting adalah efektifitas,” ujarnya pasca laga, Minggu (12/4/2026).
Sementara itu, pemain Semen Padang FC, Asyraq Ghufran masih belum ingin menyerah dan terus berjuang bersama rekannya agar tim tetap bertahan di liga.
“Saya pribadi pasti kecewa, tapi tidak menyerah apapun yang terjadi,” ujarnya.
Hasil ini membuat Persis Solo berhasil keluar dari zona degradasi dan naik ke peringkat ke-15 klasemen sementara. Sedangkan Semen Padang FC tetap bertahan di posisi ke-17 dengan koleksi 20 poin dari 27 pertandingan.












