Untuk mendukung penanganan dampak kesehatan, Bupati menyebutkan obat-obatan telah disiapkan di seluruh Puskesmas. Pemerintah daerah juga tengah mempertimbangkan untuk membentuk posko kesehatan khusus di kawasan Kota Batusangkar apabila kondisi kabut asap terus meningkat.
“Di Puskesmas sudah kita siapkan obat. Kalau memang diperlukan, kita juga punya rencana membuat posko kesehatan di kota Batusangkar. Sementara saat ini posko pelayanan kesehatan berada di masing-masing Puskesmas,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan Car Free Day (CFD), Bupati mengatakan kegiatan tersebut untuk sementara masih direncanakan tetap dilaksanakan karena juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang. Namun, apabila kondisi kabut asap semakin tebal dan membahayakan kesehatan, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan untuk menghentikan kegiatan tersebut.
Kabut Asap Meningkat, Bupati Eka Putra Imbau Masyarakat
“Ekonomi juga kita pikirkan, karena CFD memberikan kesempatan bagi pedagang untuk berjualan. Tetapi kalau tingkat asap bertambah tebal, tentu akan kita larang. Kesehatan tetap menjadi yang utama,” tegasnya.
Sementara itu, Pemkab Tanah Datar juga terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran jerami maupun membuka lahan dengan cara membakar. Bupati menyebutkan, pemerintah daerah belum menemukan sumber kebakaran besar di wilayah Tanah Datar. Kebakaran kecil yang terjadi di kawasan Simawang sebelumnya telah ditangani dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran.
Terkait dugaan kabut asap yang berasal dari daerah lain, Bupati Eka mengatakan telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Sumatera Barat dan melaporkan kondisi terkini di Tanah Datar. Pemkab juga akan menyampaikan laporan secara tertulis serta meminta koordinasi dengan kabupaten tetangga dan daerah lain yang mengalami kebakaran hutan atau lahan.
Bupati juga menyampaikan adanya laporan dari peternak mengenai lima ekor sapi yang mati dan diduga berkaitan dengan kondisi kabut asap. Namun, ia menegaskan bahwa informasi tersebut masih membutuhkan kajian lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.
“Informasi itu perlu dikaji. Kita sudah melaporkan secara lisan kepada Pak Gubernur dan saya sudah meminta Sekda membuat surat tertulis, sekaligus meminta koordinasi dengan daerah kabupaten tetangga dan provinsi yang terjadi kebakaran hutan,” katanya.
Selanjutnya Bupati Eka juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menghadapi kondisi tersebut dengan tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga kabut asap dapat berangsur-angsur menghilang.
“Yang pertama, saya mengimbau warga untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting. Kedua, gunakan masker. Ketiga, tentu banyak berdoa. Mari kita berdoa bersama agar kabut asap ini segera hilang dari Tanah Datar,” imbaunya.






