Konsolidasi Hanura di Sumatera Barat juga ditandai dengan masuknya sejumlah wajah baru ke jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di sejumlah kabupaten dan kota.
Sebagian di antaranya merupakan mantan kader partai politik lain, seperti Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Buruh, PSI, NasDem, Gelora, Golkar, dan Garuda.
Bergabungnya sejumlah eks kader partai lain tersebut menjadi bagian dari dinamika penguatan organisasi Hanura di Sumatera Barat. Kehadiran mereka sekaligus memperluas basis kader dan jaringan partai hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Rio menilai penguatan struktur harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan performa politik partai. Menurutnya, organisasi yang solid akan menjadi fondasi untuk menyiapkan calon legislatif maupun calon kepala daerah.
Sementara itu, konsolidasi di Sumatera Barat turut dihadiri Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Irjen Pol (Purn) Marwan Faris, Sekretaris Tim Task Force DPP Hanura Hanurani Prajanto, Bendahara Tim Task Force Indah Sri Rezeki, serta anggota Tim Task Force Ratna Ester Lumban Tobing, Yossie Indra Pramana, dan Che Stevan Raihan Capella.
Dengan konsolidasi yang mulai digenjot sejak sekarang, Hanura Sumatera Barat berupaya membangun fondasi organisasi sekaligus menyiapkan kader untuk menghadapi perubahan format kontestasi politik pada 2029.






