“Begitu juga gubernur, wali kota dan bupati dari kader kami. Semua kader merasa optimistis. Hari ini kami membuktikan bahwa teman-teman sudah sangat bergairah untuk menjadikan Hanura menjadi pemenang di Sumatera Barat ini,” ujar Edi.
Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, meminta kader yang memiliki keinginan maju sebagai calon kepala daerah mulai membangun persiapan sejak dini.
Menurut Rio, dinamika regulasi Pemilu dan Pilkada masih akan mengalami perubahan menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan pelaksanaan pemilihan anggota DPR RI dengan pemilihan anggota DPRD provinsi, kabupaten, dan kota.
Dalam skema tersebut, Pileg DPR RI digelar bersamaan dengan Pilpres. Sementara Pileg DPRD provinsi, kabupaten, dan kota dilaksanakan bersamaan dengan Pilkada, dengan jarak waktu sekitar dua tahun hingga paling lama dua tahun enam bulan setelah Pileg DPR RI dan Pilpres.
“Kita akan lihat bagaimana sistemnya di 2031 itu. Karena ini kan Undang-Undang Pilkada pasti berubah, Undang-Undang Pemilu juga berubah. Jadi, kita harus mempersiapkan kader sejak sekarang agar ketika aturan dan tahapan itu berjalan, mereka sudah siap,” kata Rio.
Hanura, lanjut Rio, akan memberikan prioritas kepada kader internal yang dinilai memiliki potensi untuk maju dalam Pilkada. Karena itu, kader yang berniat maju sebagai calon kepala daerah diminta tidak menunggu hingga mendekati masa pemilihan.






