BeritaPendidikan

Bikin Bangga! Dua Anak Muda Padang Tembus WorldSkills Competition Shanghai 2026, Siap Harumkan Nama Indonesia!

×

Bikin Bangga! Dua Anak Muda Padang Tembus WorldSkills Competition Shanghai 2026, Siap Harumkan Nama Indonesia!

Sebarkan artikel ini

PADANG, HANTARAN.Co — Dua pemuda berbakat asal Kota Padang baru aja membuktikan kalau kerja keras dan skill tingkat tinggi bisa membawa mereka terbang jauh sampai ke kancah internasional.

Berkah Langit Ramadhan (19) dan Rijalul Zacky (21) resmi terpilih mewakili Republik Indonesia di ajang vokasi paling bergengsi sejagat raya, yaitu WorldSkills Competition ke-48 yang digelar di Shanghai, Tiongkok, pada 22–27 September 2026.


Langit dan Zacky gak sendirian. Keduanya bertanding di cabang Industri 4.0 dan mendarat di Shanghai pada Sabtu (19/9/2026) bareng 35 peserta kontingen Indonesia lainnya dari bermacam bidang lomba.


Bukan ‘Jago Kandang’: Rekam Jejak Prestasi yang Bikin Takjub. Keduanya merupakan alumni SMK-SMTI Padang, sekolah vokasi hebat di bawah naungan Kementerian Perindustrian RI. Perjalanan mereka sampai ke titik ini jelas gak instan. Sebelum melangkah ke Shanghai, deretan prestasi udah mereka sabet satu per satu.


Perjalanan tersebut dimulai dari menyabet Juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kota Padang, dilanjutkan Juara 1 LKS tingkat Provinsi Sumatera Barat, hingga menembus peringkat 5 LKS tingkat Nasional. Puncak pencapaian mereka diawali saat menjuarai Seleksi Nasional WorldSkills ASEAN.

Berpasangan sebagai tim di cabang Industri 4.0, mereka sukses membawa pulang raihan Medal of Excellence atau posisi kedua pada ajang WorldSkills ASEAN di Manila, Filipina, Agustus tahun lalu. Rekam jejak ini bukti nyata kalau anak muda dari Padang mampu bersaing secara global.

Baca Juga  SMA Pradita Dirgantara Buka Pendaftaran untuk Siswa Baru


Ngapain Aja di Cabang Industri 4.0 Shanghai?

WorldSkills Competition yang berlokasi di Shanghai National Exhibition and Convention Center ini menguji keahlian teknis terapan anak-anak muda dunia. Kategori Industri 4.0 sendiri jadi salah satu sorotan utama karena mencerminkan era manufaktur modern.

Kategori ini menguji kemampuan para teknisi muda dalam mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) ke dalam sistem produksi fisik, meliputi otomatisasi industri, analisis data real-time, integrasi sistem cloud, jaringan komunikasi industri, hingga pemanfaatan simulasi digital (digital twin).


Di kompetisi ini, Langit dan Zacky berperan sebagai Digital Production Systems Technician yang bertugas merancang, membangun, dan mengoptimalkan lini produksi smart factory.

Tantangannya sangat intensif, mulai dari merakit modul otomasi modern, menghubungkan sensor Internet of Things (IoT), memastikan keamanan siber (cybersecurity) pada jaringan pabrik, hingga mendeteksi dan memperbaiki gangguan sistem secara efisien. Kategori ini gak cuma panggung adu ketangkasan skill, tapi juga menetapkan standar internasional baru bagi pendidikan vokasi dalam menghadapi era manufaktur cerdas.


Perintis Jalan dari Keluarga Sederhana
Di balik prestasi kinclong ini, Langit dan Zacky, sapaan akrab mereka, bukan lahir dari keluarga berkecukupan atau berlatar belakang dunia industri. Keduanya tumbuh dalam keluarga biasa yang awalnya asing dengan kompleksitas dunia manufaktur modern yang kini mereka tekuni.


Zacky merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Bapak Firdaus dan Ibu Erfa, di mana ayahnya sehari-hari mengadu nasib sebagai seorang pedagang. Sementara itu, Langit adalah anak sulung dari tujuh bersaudara pasangan Bapak Surya Imelanda dan Ibu Deby, di mana sang ayah berjuang mengelola usaha UMKM percetakan dan sablon di Kota Padang.

Baca Juga  Ade Sudarman selaku pimpinan DPRD Kabupaten Dharmasraya mengikuti Upacara

kedua orang tua mereka mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian luar biasa putra-putra mereka. Tak lupa, mereka memohon doa tulus dari seluruh masyarakat dan pembaca agar Langit dan Zacky diberikan kemudahan serta hasil terbaik saat berjuang membawa nama Indonesia di Negeri Tirai Bambu.


Tunda Kuliah Demi Merah Putih & Minta Doa Beasiswa demi memfokuskan waktu dan energi pada pemusatan latihan lomba tingkat dunia ini, Langit dan Zacky memilih untuk menunda melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Namun, di balik perjuangan tersebut, terbesit harapan besar agar kerja keras mereka berbuah Beasiswa Penuh (Fully Funded) di perguruan tinggi luar negeri.


Mereka bertekad memperdalam ilmu pengetahuan dan mengasah keahlian di bidang Industri 4.0. Keduanya menyadari bahwa keterbatasan ekonomi keluarga menjadi tantangan tersendiri untuk menempuh pendidikan tinggi secara mandiri. Saat ditanya mengenai cita-cita masa depan, keduanya tersenyum optimistis dan menjawab penuh makna, “Cita-cita nomor dua, kesempatan dan prestasi adalah yang utama!”

Semoga berhasil membawa pulang medali dan membakar semangat anak muda Indonesia untuk terus berkarya! Ranah Minang Bangga. (h/rvo)