SIJUNJUNG,HANTARAN.co – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) tidak boleh lagi sekadar dipandang sebagai deretan angka penentu rapor kinerja pemerintah daerah. Pesan tegas ini diserukan oleh Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir SSTP,M.SI saat membuka Pertemuan Evaluasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Balairung Lansek Manih, Selasa (22/9/2026).
Di hadapan sekitar 80 peserta yang terdiri dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, wali nagari, hingga tenaga kesehatan, Benny mengingatkan bahwa setiap angka kematian merepresentasikan nyawa manusia yang sebetulnya bisa diselamatkan.
“Kematian ibu dan bayi ini bukan sekadar indikator dalam menilai derajat kesehatan. Ini menyangkut nyawa umat manusia yang bisa kita cegah melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat,” ujarnya.
Bupati juga menambahkan, kasus kematian ibu dan anak berdampak langsung pada Angka Harapan Hidup (AHH) yang menjadi pilar utama Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sijunjung.
Sorotan Tajam pada Sistem Rujukan
Dalam pertemuan yang digelar oleh Dinas Kesehatan tersebut, Benny tidak hanya berbicara tataran konsep, tetapi juga menyoroti keluhan konkret di lapangan serta secara khusus mengingatkan tenaga kesehatan untuk memastikan mekanisme rujukan berjalan murni atas dasar kebutuhan medis pasien, bukan kepentingan lain.






