Padang, Hantaran.co–Pemulihan sektor pertanian pascabencana di Sumatera Barat menunjukkan progres paling cepat dibanding provinsi terdampak lainnya. Hingga pertengahan Mei 2026, rehabilitasi sawah terdampak bencana di Sumbar nyaris rampung, bahkan pemerintah pusat disebut memberikan perhatian khusus karena capaian daerah ini dinilai paling unggul secara nasional.
Data Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian mencatat, Sumbar memperoleh alokasi pemulihan untuk lahan sawah terdampak seluas 3.902 hektare yang tersebar di 11 kabupaten dan kota. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp32,6 miliar.
Dari angka tersebut, progres konstruksi rehabilitasi lahan kini telah mencapai 98 persen atau seluas 3.809 hektare. Sementara progres olah lahan mencapai 83,9 persen dan realisasi tanam sudah berada di angka 77 persen atau sekitar 3.019 hektare.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Afniwirman mengatakan, secara fisik pekerjaan rehabilitasi sawah sebenarnya telah tuntas sepenuhnya. Saat ini pemerintah tinggal menyelesaikan tahapan penanaman di beberapa daerah.
“Progress pengerjaan fisik sudah selesai 100 persen. Tinggal proses penanaman saja yang tersisa sekitar 8 persen lagi. Insya Allah target yang diberikan bapak Menteri bisa selesai dalam waktu satu bulan,” ujarnya kepada Haluan Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, daerah yang masih menyisakan proses tanam berada di Kabupaten Pasaman dan Limapuluh Kota. Namun secara keseluruhan progres penanaman di Sumbar sudah mencapai sekitar 92 persen.





