BeritaPeristiwa

Petir Diduga Picu Kebakaran di Bukit Gado-Gado, Satu Rumah Hangus Dilalap Api

×

Petir Diduga Picu Kebakaran di Bukit Gado-Gado, Satu Rumah Hangus Dilalap Api

Sebarkan artikel ini
Bukit
Petir Diduga Picu Kebakaran di Bukit Gado-Gado, Satu Rumah Hangus Dilalap Api. ist

PADANG, HANTARAN.Co — Suasana sore di kawasan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan, mendadak berubah mencekam ketika kobaran api melalap sebuah rumah warga, Rabu (6/5/2026). Dalam hitungan menit, si jago merah menghanguskan bangunan tersebut hingga nyaris tak bersisa.

Peristiwa kebakaran itu menghanguskan satu unit rumah berukuran sekitar 6 x 8 meter persegi. Dugaan awal menyebutkan, api berasal dari sambaran petir yang mengenai bangunan di tengah cuaca yang kurang bersahabat.

Baca juga : Zulmaeta: Ormas Harus Jadi Garda Depan Jaga Persatuan dan Stabilitas Daerah

Baca Juga  Resmi Dilantik, Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya Periode 2024-2029 Ucapkan Sumpah/Janji Jabatan

Seorang saksi mata, Ridwan (31), mengaku pertama kali melihat kepulan asap disertai api dari rumah tetangganya. Menyadari bahaya yang mengancam, ia segera melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.

Petir Diduga Picu Kebakaran di Bukit Gado-Gado, Satu Rumah Hangus

Rumah yang terbakar diketahui milik Manis (68), seorang ibu rumah tangga. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut. Penghuni rumah yang hanya satu orang juga dipastikan selamat.

Meski bangunan tak dapat diselamatkan, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan situasi dan mencegah api menjalar ke permukiman lain. Sedikitnya lima bangunan di sekitar lokasi berhasil diselamatkan dari ancaman kebakaran.

Baca Juga  Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Permakanan, Tekan Kerentanan Sosial Lewat Pemenuhan Gizi

Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp150 juta. Namun, upaya cepat petugas berhasil menyelamatkan aset senilai kurang lebih Rp750 juta.

Proses pemadaman sempat menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi lingkungan yang padat penduduk, akses jalan yang sempit, serta letak geografis kawasan yang berada di perbukitan terjal. Meski demikian, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah upaya intensif dari tim di lapangan. (h/pmy)