“Selama lima hari, peserta kami bekali pengetahuan teknis sekaligus praktik produksi agar mampu menghasilkan produk secara mandiri,” ujarnya.
Menurut dia, metode pelatihan yang menitikberatkan pada praktik menjadi kunci percepatan penguasaan keterampilan.
“Harapan kita akan lahir pelaku usaha baru di sektor industri logam yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam penyelesaian persoalan sampah di Kota Payakumbuh,” pungkasnya.





