PADANG, HANTARAN.CO – Semen Padang FC gagal mengamankan poin di kandang usai dikalahkan Madura United dengan satu gol tanpa balas di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (29/4/2026). Atas kekalahan tersebut posisi tim kebanggaan ranah minang semakin terpuruk dan bersiap menyambut Liga 2 musim depan.
Hasil laga ini membuat Semen Padang FC semakin terpuruk di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin dari 30 laga yang telah dilakoni. Sementara tim tamu Madura United naik ke posisi ke-15 dengan 29 poin dengan jumlah laga yang sama.
Situasi ini membuat pasukan Imran Nahumarury semakin sulit, berdasarkan klasemen sementara Semen Padang FC kini terpaut tujuh poin dari Persis Solo yang berada di peringkat 16 dengan hanya empat pertandingan tersisa. Untuk keluar dari zona merah Semen Padang FC harus bisa mengejar ketertinggal 9 poin dari Madura United.
Sementara, di sisa laga Semen Padang FC masih harus menjalani laga berat dengan , bertandang ke markas Dewa United dan Persija Jakarta. Selanjutnya dua laga kandang menjamu Persik Kediri dan Persebaya Surabaya.
.Dengan kondisi yang dialami Semen Padang FC, Imran Nahumarury sebagai pelatih kepala bahkan telah pasrah jika timnya harus degradasi ke liga di akhir musim.
“Secara hitung-hitungan matematika memang peluang turun ke kasta sangat besar,” ujarnya.
Meski demikian, Imran menegaskan tidak akan mundur dan tetap bersama tim hingga kompetisi BRI Super League 2025/2026 berakhir.
“Saya akan memimpin tim ini sampai selesai apapun kondisi dan situasinya. Karena saya punya tanggung jawab di sisa empat laga terakhir ini,” ujarnya.
Senada dengan itu, pemain Semen Padang FC, Asyraq Ghufran juga masih ingin tetap berjuang bersama rekannya hingga titik penghabisan.
“Secara pribadi saya kecewa, tapi kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus berjuang sampai akhir kompetisi,” ujarnya










