PADANG, hantaran.co – Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, melakukan kunjungan perdana ke Provinsi Sumatera Barat, Rabu (29/4). Kunjungan ini bertujuan melihat langsung perkembangan sektor pariwisata sekaligus menyerap berbagai persoalan di daerah.
Selama dua hari berada di Sumbar, Widiyanti diagendakan meninjau sejumlah destinasi unggulan, yakni Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lobang Jepang, hingga Istano Basa Pagaruyung.
Kehadiran Widiyanti di Masjid Raya, disambut Anggota DPD RI asal Sumbar Irman Gusman, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Kadis Pariwisata Sumbar Lila Yanwar serta Wali Kota Padang Fadly Amran. Pada kesempatan itu, Menpar meninjau langsung kemegahan masjid, baik dari sisi eksterior maupun interior.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahyeldi memaparkan potensi pariwisata unggulan Sumbar, termasuk Kepulauan Mentawai yang dikenal sebagai destinasi surfing kelas dunia. “Periode Juni hingga Juli menjadi musim terbaik bagi peselancar internasional. Ada sekitar 300 titik surfing dengan ombak terbaik yang diminati peselancar dunia,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, akses menuju Mentawai masih menjadi kendala utama. Ia mengusulkan perpanjangan landasan bandara sekitar 400 meter agar pesawat berbadan besar dapat mendarat langsung.
Sementara Wali Kota Padang Fadly Amran mendorong dukungan pemerintah pusat untuk mewujudkan Padang sebagai kota gastronomi dunia yang diakui UNESCO. “Kita berharap Padang menjadi kota kreatif dunia, sehingga pecinta kuliner global datang ke Padang,” katanya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Widiyanti menegaskan kunjungannya bertujuan mendengar langsung persoalan dari kepala daerah dan pelaku industri pariwisata.
Menpar menyebut usulan pengembangan Mentawai, termasuk perpanjangan runway dan peningkatan kapasitas hotel, akan menjadi perhatian pemerintah pusat. Terkait Kota Padang, Widiyanti menyatakan dukungan terhadap pengembangan wisata gastronomi serta penguatan konsep wisata ramah muslim untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari Timur Tengah.
Di sisi lain, Senator Irman Gusman menilai sektor pariwisata menjadi kunci pemulihan ekonomi Sumbar pascabencana. Menurutnya, kunjungan Menteri Pariwisata menjadi momentum penting untuk menyerap persoalan daerah. “Buk Menteri ingin mengetahui langsung permasalahan di Sumbar agar pariwisata semakin berkembang,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar potensi besar Sumbar dapat lebih optimal dan memiliki daya saing di pasar global.(h/fzi)











