Dalam kesempatan tersebut, Yulianto juga menyoroti masih adanya sejumlah camat yang tidak hadir dalam apel gabungan dan tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Ia meminta seluruh pejabat meningkatkan kedisiplinan dan tidak mengabaikan kegiatan resmi pemerintah daerah.
Selain itu, Bupati menyampaikan kabar baik terkait sektor pendidikan. Ia mengatakan Pasaman Barat telah mendapatkan program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat yang direncanakan mulai direalisasikan pada 2027.
“Alhamdulillah, Pasaman Barat mendapatkan program Sekolah Rakyat. Insya Allah pada tahun 2027 nanti program ini mulai kita laksanakan untuk meningkatkan akses pendidikan masyarakat,” katanya.
Pada apel gabungan tersebut juga dilaksanakan Peluncuran Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi 5.901 pekerja rentan sektor perkebunan sawit melalui alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026.
Program tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Pasaman Barat H. Yulianto, SH, MM dan disaksikan Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, staf ahli, asisten, kepala OPD, Camat, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi Iddial, serta Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pasaman Barat Ana Rizqi Toyyibah.






