Sumbar

Peternak Rugi Puluhan Juta, ATS Kandang Diduga Meledak Akibat Tegangan Tinggi

×

Peternak Rugi Puluhan Juta, ATS Kandang Diduga Meledak Akibat Tegangan Tinggi

Sebarkan artikel ini

Solok, Hantaran.co–Pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam diduga memicu kerugian besar bagi peternak ayam broiler di Kabupaten Solok. Sebanyak 2.655 ekor ayam siap panen milik peternak di Nagari Aripan mati lemas setelah sistem kelistrikan kandang mengalami gangguan serius.

Peristiwa itu terjadi di kandang close house dua lantai milik Mera dengan populasi sekitar 30 ribu ekor ayam. Gangguan bermula sekitar pukul 18.44 WIB saat pasokan listrik PLN terhenti.

“Seperti biasa, ketika listrik padam kami langsung menyalakan genset cadangan. Waktu genset hidup semuanya normal dan aman, tidak ada kendala,” ujar Ikmal, suami Mera, kepada Haluan, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga  Pessel Pacu UHC, Hendrajoni Targetkan Kepesertaan Jaminan Kesehatan Mendekati 100 Persen

Namun sekitar pukul 22.00 WIB, listrik PLN kembali menyala. Diduga terjadi lonjakan tegangan tinggi yang menyebabkan Automatic Transfer Switch (ATS) meledak dan terbakar. ATS merupakan perangkat otomatis yang berfungsi memindahkan sumber daya listrik dari PLN ke genset saat terjadi pemadaman, lalu mengembalikannya ketika listrik PLN kembali normal.

Ledakan ATS menyebabkan seluruh sistem ventilasi kandang mendadak berhenti total. Kondisi itu memicu kepanikan pekerja kandang yang berusaha menyelamatkan ribuan ayam di dalam kandang tertutup tersebut.

Baca Juga  Kumpul di Pasia Jambak, Ratusan Scooterist di Sumbar Deklarasi Dukung Cak Imin jadi Calon Presiden

Petugas sempat membuka tirai dinding kandang untuk membantu sirkulasi udara. Namun upaya itu tidak mampu mengatasi minimnya pasokan oksigen di tengah padatnya populasi ayam.

Akibatnya, sebanyak 2.393 ekor ayam di lantai dua dengan bobot rata-rata 1,6 kilogram mati lemas. Sementara di lantai satu tercatat 262 ekor ayam berbobot rata-rata 1,8 kilogram juga mengalami nasib serupa.