Pesisir Selatan

Investor Masuk Mandeh Warga Mulai Tersenyum, Pemerintah Nagari Dukung Investasi

×

Investor Masuk Mandeh Warga Mulai Tersenyum, Pemerintah Nagari Dukung Investasi

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HANTARAN.CO – Di tengah geliat pembangunan kawasan wisata Mandeh yang terus mencuri perhatian, Pemerintah Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) akhirnya angkat bicara.

Dukungan penuh terhadap investor yang menanamkan modal di Pulau Cubadak ditegaskan sebagai langkah penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan membuka masa depan baru bagi kawasan pesisir tersebut.

Pemerintah Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia menyatakan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi yang aman dan nyaman demi mempercepat kemajuan sektor pariwisata di kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan.

Wali Nagari melalui Kasi Kemasyarakatan Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia, Hagi Suandi, mengatakan kehadiran investor, baik lokal maupun mancanegara, telah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Baca Juga  Anak Muda di Padang Melek Investasi, Saham Pun Jadi Hadiah Wisuda

“Pemerintah Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia akan berupaya memberikan rasa nyaman kepada para investor agar sektor pariwisata di kawasan Mandeh semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan dan pengembangan kawasan wisata di Pulau Cubadak yang masih berlangsung saat ini telah membuka banyak peluang kerja baru bagi masyarakat.

Jika sebelumnya angka pengangguran di wilayah tersebut tergolong tinggi, kini masyarakat mulai merasakan perubahan ekonomi yang cukup signifikan sejak proyek pembangunan berjalan.

Tidak hanya warga Sungai Nyalo Mudiak Aia, masyarakat dari Nagari Mandeh juga ikut terlibat bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.

Baca Juga  Sumbar Menunggu Sentuhan Investasi

Pemerintah nagari menyebut, sebagian besar kebutuhan pembangunan di kawasan Pulau Cubadak dipasok dari masyarakat lokal, mulai dari tenaga kerja hingga kebutuhan bahan pokok sehari-hari.

Kondisi tersebut dinilai menjadi angin segar bagi perekonomian warga yang sebelumnya mengalami kesulitan ekonomi.

Di tengah berkembangnya pembangunan itu, muncul pula isu terkait bangunan berornamen menyerupai kelenteng yang sempat menjadi perbincangan publik.