PADANG, HANTARAN.co— Halal Bihalal Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Sumatera Barat tahun ini tampil berbeda.
Tak sekadar ajang temu dan saling memaafkan pasca-Idulfitri, kegiatan yang digelar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Sabtu (18/4/2026) itu menjelma menjadi panggung konsolidasi gerakan dakwah melalui pengukuhan pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumbar periode 2026–2031.
Sekitar 400 peserta memadati ruangan, terdiri dari pengurus Dewan Da’wah Kabupaten/ Kota hingga Provinsi, keluarga besar YARSI, tokoh masyarakat, hingga para undangan dari berbagai kalangan.
Dalam satu rangkaian kegiatan, panitia juga melepas calon jamaah haji serta menyerahkan bantuan haji kepada karyawan dan pensiunan YARSI Sumbar menambah nuansa haru dalam acara tersebut.
Ketua Umum YARSI Sumbar, dr. H. Erman Ramli SpOG (K) FISQua, menegaskan bahwa Halal Bihalal kali ini memiliki dimensi historis sekaligus strategis. Ia menyebut pertemuan YARSI dan Dewan Da’wah bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari satu garis sejarah yang sama.
“YARSI Sumbar didirikan oleh M. Natsir, yang juga tokoh sentral Dewan Da’wah Indonesia. Jadi pertemuan ini seperti menyambung kembali mata rantai perjuangan yang sejak awal memang satu tujuan,” ujarnya.
Ia menggambarkan, Dewan Da’wah dan YARSI berjalan di jalur yang berbeda namun saling melengkapi. Jika Dewan Da’wah menguatkan umat melalui dakwah lisan, maka YARSI hadir melalui dakwah bil hal atau pelayanan kesehatan dan sosial yang langsung menyentuh masyarakat.






