Pasaman,hantaran.co–Permasalahan klasik sektor pertanian di Kabupaten Pasaman kembali menjadi sorotan, mulai dari keterbatasan sarana produksi hingga rendahnya efisiensi distribusi hasil tani. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penghambat utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.
Menjawab persoalan itu, Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Khairuddin Simanjuntak, menunjukkan komitmennya dengan mengalokasikan bantuan dari dana provinsi senilai ratusan juta rupiah untuk mendukung sektor pertanian.
Bantuan tersebut difokuskan pada pengadaan becak motor sebagai sarana angkut hasil pertanian serta pengembangan komoditas unggulan, khususnya bawang. Selain itu, sekitar Rp50 juta juga dialokasikan guna mendorong peningkatan produktivitas petani.
Baca Juga : PRRI, CIA, dan Perang Dingin
Program ini menyasar Kenagarian Aia Manggih Selatan serta seluruh kenagarian di Kabupaten Pasaman. Pemerataan pembangunan pertanian menjadi tujuan utama agar kesenjangan antarwilayah dapat ditekan.
Persoalan distribusi hasil pertanian selama ini menjadi kendala serius bagi petani, terutama di wilayah yang memiliki akses transportasi terbatas. Kehadiran becak motor diharapkan mampu menjadi solusi praktis dalam mempercepat mobilitas hasil panen.
Hal tersebut disampaikan Khairuddin dalam pertemuan bersama Wali Nagari Aia Manggih Selatan, Herizon, perangkat nagari, serta para ketua kelompok tani di kantor wali nagari setempat, Rabu (25/3/2026).
Dalam pertemuan itu, Khairuddin menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi prioritas dalam upaya membangkitkan ekonomi daerah. Ia menyebut, lemahnya dukungan terhadap petani selama ini menjadi akar dari berbagai persoalan yang muncul.







