Melalui visi “Pasaman Bangkit”, ia menargetkan adanya percepatan pembangunan pertanian di sejumlah kecamatan seperti Dua Koto, Panti, Padang Gelugur, Rao Selatan, dan Rao mulai tahun 2026.
Program tersebut tidak berhenti dalam satu tahun anggaran. Khairuddin memastikan keberlanjutan program hingga 2027, dengan pengusulan anggaran lanjutan yang direncanakan pada Maret 2026.
“Ini bentuk komitmen saya terhadap sektor pertanian dan upaya mewujudkan swasembada pangan di Pasaman,” ujarnya di hadapan para petani.
Selain becak motor, berbagai kebutuhan dasar pertanian juga mulai diintervensi, seperti penyediaan handtraktor, benih padi unggul, serta alat produksi lainnya. Minimnya sarana selama ini dinilai menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil pertanian.
Langkah Khairuddin Jadi Bagian Penting
Khairuddin menilai, tanpa perbaikan infrastruktur dan dukungan alat, petani akan sulit bersaing dan meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, intervensi langsung melalui bantuan dinilai sebagai langkah strategis.
Ia juga menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan visi Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dukungan terhadap petani disebut sebagai bagian dari agenda besar negara.
Sementara itu, Herizon menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Ia menilai bantuan tersebut menjawab kebutuhan nyata masyarakat yang selama ini dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Menurutnya, dukungan serupa sebelumnya juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga program lanjutan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas.
“Atas nama masyarakat Aia Manggih Selatan, kami mengucapkan terima kasih. Semoga bantuan ini benar-benar membawa kesejahteraan bagi petani,” ujarnya.
Langkah Khairuddin Simanjuntak dinilai menjadi bagian penting dalam menjawab permasalahan mendasar sektor pertanian di Pasaman, sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi berbasis pertanian secara berkelanjutan.







