“Sebelum mati, harus ada sebutir kurma yang ditanam. Artinya, dalam hidup harus ada yang ditanam untuk nantinya dinikmati oleh orang lain, karena orang yang paling disukai Allah adalah yang bisa membuat orang lain senang,” katanya.
Maigus mengapresiasi inisiatif Bank Mandiri Taspen yang dinilainya tidak hanya memberikan layanan perbankan bagi para pensiunan, tetapi juga menghadirkan program yang mendorong mereka tetap sehat, aktif, dan produktif.
“Tentunya kami mengapresiasi kegiatan ini. Bank Mantap memerhatikan pensiunan dan menyiapkan mereka yang akan pensiun dengan layanan yang baik,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen Noer Fajrieansyah mengatakan masa pensiun merupakan awal dari fase kehidupan baru yang harus dijalani dengan optimisme.
“Pensiun bukan akhir, tetapi awal dari semua. Tidak boleh patah semangat. Kami yang berusia 35 hingga 45 tahun adalah masa prapensiun yang tinggal menunggu waktu untuk pensiun, sedangkan yang telah pensiun sudah menikmati masanya,” ujarnya.






